Terbengkalai, Program OKE OCE Terbukti Gagal – FAJAR –
Jabodetabek

Terbengkalai, Program OKE OCE Terbukti Gagal

Sandiaga Uno menjadi penggagas program OKE OCE.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Program OKE OCE terancam gagal. Sejumlah gerai OKE OCE gagal beroperasi dengan berbagai alasan. Program untuk mencetak pengusaha baru gagasan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno kini terbengkalai.

Menurut Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Veri Yonnevil, kegagalan program ini lantaran janji permodalan program OKE OCE tak dipenuhi Sandiaga. Padahal, janji ini disampaikan Sandiaga saat kampanye panas Pilkada Gubernur DKI 2017 lalu.

Very menambahkan, program itu tidak matang. Janji bantuan modal usaha susah dipenuhi lantaran tetap harus pinjam ke bank. “Sikap Sandiaga yang menyebut wajar jika ada yang tutup, merupakan cermin lepas tanggung jawab dari program yang ia usulkan,” tegas Very.

Pengamat ekonomi dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, janji kampanye itu tinggal janji karena program itu justru diserahkan Sandiaga ke pihak lain. Akibatnya, program ini pun berantakan.

Jerry pun mengingatkan untuk tidak membawa program OKE OCE ini di kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres). “Yang di DKI saja tidak jelas,” ujar Jerry di Jakarta, Rabu (12/9).

Program OKE OCE itu sekaligus menjadi pelajaran bagi para kandidat Presiden untuk tidak menjanjikan program yang susah diemplementasikan. Menurut dia, kegagalan mengelola program OK OCE menjadi salah satu ciri kelemahan Sandiaga.

Kritik lebih keras disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus. Dia mengatakan, program OKE OCE yang jadi andalan Pemprov DKI Jakarta era Anies Baswedan-Sandiaga Uno sekadar lips service.

“Jangan dididik-didik, dilatih-latih terus, itu memakan waktu. Kasih duitnya bagaimana perjanjian pengembaliannya agar kami bisa lebih berdaya,” kata Bestari.

Program OK EOCE, pada awalnya ditujukan untuk menciptakan 200 ribu entrepreneur baru di Jakarta. Program itu pun dianggarkan Rp 98 miliar di APBD DKI 2018. Sayangnya, program ini jauh panggang dari api. Bestari khawatir uang rakyat sebesar Rp 98 miliar hilang begitu saja.

“Memang di tahun ini ada 45 ribu pendaftar namun yang difasilitasi untuk mendapat modal hanya 300an orang saja. Hampir boleh dikatakan sia-sia tadi,” katanya.

Kenyataan lain, dalam program ini, masyarakat hanya mendapat pelatihan namun tidak pernah mendapatkan akses permodalan. Kalau hanya pelatihan, kata Bestari, itu juga sudah dilakukan oleh gubernur sebelumnya. (srs/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!