Kepala BPKAD Makassar Jadi Tersangka Kasus Fee 30 Persen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Dalam kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD kecamatan se Kota Makassar, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya menetapkan satu tersangka. Ialah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar non aktif, Erwin Syarfuddin Haija, yang ditetapkan sebagai tersangka, Rabu kemarin.

Direktur Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Erwanto Kurniadi, mengatakan Erwin Haija diduga orang yang paling bertanggung jawab terhadap pemotongan fee sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sebesar Rp 70 miliar.

“Penetapan tersangka Erwin Haija tersebut berdasarkan hasil perhitungan BPK RI, kerugian mencapai Rp 20 miliar dari kegiatan tersebut,” ujar Erwanto.

Erwanto menjelaskan, sebagai kepala BPKAD, Erwin Haija memerintahkan kepada Kabid Anggaran BPKAD untuk melakukam pemotongan anggaran sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD Kecamatan se Kota Makassar.

“Nah, sebagai bawahan, Kasubag Renkeu mengikuti perintah Erwin Haija untuk mengurangi jumlah peserta sosialisasi penyuluhan, belanja ATK dan makan minum peserta sehingga LPJ tidak sesuai dengan DPA yang ada,” katanya.

Sebelumnya, Erwin Haija juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel pada Januari 2018 lalu dengan kasus yang sama. Saat ini Erwin Haija ditahan di Rutan Klas 1 Makassar. (armansyah/raksul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...