Awas SPBU Nakal, Timbun BBM Sampai 1 Ton – FAJAR –
Kriminal

Awas SPBU Nakal, Timbun BBM Sampai 1 Ton

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Setelah dilakukan pendataan hasil  inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Sengkawit dan SPBU di  Jalan Katamso, Rabu (12/9), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulungan memastikan total bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertamax, pertalite dan premium yang berhasil diamankan dari pengetap sebanyak 1,1 ton.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) dan PMK Bulungan, Marulie mengatakan, nantinya BBM yang sudah berhasil diamankan tidak akan dikembalikan lagi ke pengetap.

“Jadi setelah kami data BBM itu akan kami serahkan ke Polres Bulungan,” ungkap Marulie kepada Radar Kaltara, Kamis (13/9).

Apabila ada pengetap yang merasa keberatan silakan datang ke Polres, Sebab kalau sudah diserahkan ke Polres itu sudah menjadi kewenangan penyidik. “Apakah diproses secara hukum atau tidak itu juga sudah menjadi kewenangan penyidik, kalau kami hanya sebatas melakukan penertiban saja,” kata Marulie.

Menyikapi masih banyaknya aksi pengetap, Marulie menegaskan akan lebih memperketat penjagaan di dua SPBU. Bahkan pihaknya juga akan menempatkan petugas intelijen untuk mengawasi aktivitas di SPBU. “Kalau nanti ada laporan dari intel ada pengetap yang menggunakan jeriken, kami langsung amankan,” jelasnya.

Begitu juga kalau ada antrean panjang di SPBU, pihaknya akan langsung melakukan sidak. Sebab kalau sudah kondisi antrean panjang sudah pasti ada aktivitas pengetap. “Jadi kami akan terus lebih memperketat pengawasan di SPBU,” ujarnya.

Apalagi dengan adanya aktivitas pengetap ini membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi, sebab kerap habis akibat ulah pengetap. “Jadi akibat adanya pengetap ini banyak masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Bahkan, akibat di SPBU habis masyarakat terpaksa membeli bensin botolan (bentol) dengan harga Rp 10 ribu per botol. “Pengetatan tidak hanya kepada pengetap saja, bentol juga akan kami tertibkan,” jelasnya.

Sebab pedagang bentol itu sangat tidak dibenarkan, bahkan hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Premium dan Solar Bersubsidi di Tingkat Kios di Kabupaten Bulungan. Dan Peraturan Daerah nomor 25 tahun 2002 tentang Ketertiban dan Kebersihan Lingkungan di Dalam Wilayah Kabupaten Bulungan.

“Jadi sudah aturan larangan itu sudah jelas,” tegasnya. (*/jai/ash)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!