Jalan Ikhlas untuk Pejuang Panjang

Jumat, 14 September 2018 11:28

Oleh: Dahlan IskanMAHATHIR segera berakhir. Tidak akan sampai dua tahun. Di kursi perdana menteri itu. Anwar Ibrahim sudah memutuskan: ikut pemilu. Agar bisa segera menjadi anggota DPR. Sebagai syarat jadi perdana menteri.Sejak awal skenarionya memang begitu. Lewat pemilu sela. Waktu itu Anwar terlalu terlambat. Dikeluarkan dari penjara. Tidak keburu mendaftar ikut pemilu. Tanggal 9 Mei lalu.Maka, waktu itu, Mahathir Muhamad yang disepakati. Menjadi perdana menteri. Setelah Pakatan Harapan mengalahkan UMNO. Dan Perdana Menteri Najib Razak harus berhenti.Tapi tidak pernah ada kesepakatan: untuk berapa lama Mahathir di singgasana. Ada yang menyebut dua tahun saja. Anwar seperti memberi harapan lebih. “Jangan ada frame waktu seperti itu. Nanti membuat perdana menteri seperti lame duck,” kata Anwar.Maksudnya, begitu rakyat tahu Mahathir hanya dua tahun kepemimpinannya tidak akan efektif. Akan muncul sikap setengah hati. Bagi para menteri. Maupun Mahathir sendiri. Kini lame duck itu justru kian nyata. Dalam hitungan bulan saja.

Bagikan berita ini:
6
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar