Pemerintah Tolak Usulan Penambahan Usia Seleksi CPNS – FAJAR –
Daerah

Pemerintah Tolak Usulan Penambahan Usia Seleksi CPNS

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Usulan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) perihal penambahan batas maksimal usia dokter spesialis pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini tak direspons pemerintah pusat.

Kepala BKD Kaltara Muhammad Ishak mengatakan, usia maksimal dari masing-masing formasi pada seleksi abdi negara tahun ini kembali ditetapkan 35 tahun. Termasuk untuk formasi dokter spesialis yang pada seleksi CPNS di Kaltara tahun lalu tidak terisi karena terbentur masalah usia. “Pada rakor (rapat koordinasi) beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan, tapi tetap tidak terakomodir. Padahal dasarnya juga dari surat Kemenpan-RB soal batasan usia 40 tahun untuk dokter spesialis seperti yang kami usulkan,” ujar Ishak kepada Radar Kaltara,saat ditemui di kantornya, Kamis (13/9).

Dengan begitu, besar kemungkinan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara diberikan formasi dokter spesialis tersebut, kejadian seperti saat rekrutmen 2017 lalu bakal terulang lagi, yakni tidak ada pendaftar pada formasi tersebut.

Sementara untuk penetapan kuota, tahun ini ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun lalu diberikan nominal secara global, setelah itu baru dibuatkan formasinya untuk kemudian dikonsultasikan kembali. “Kalau sekarang informasinya formasi yang dikeluarkan dari pusat itu sudah rinci hingga ke formasi-formasi yang diberikan. Bahkan disebutkan untuk kebutuhan daerah mana juga disebutkan di situ,” katanya.

Tapi, pihaknya akan tetap melihat atau melakukan pencermatan seperti apa model pengumumannya nanti. Jika memang memungkinkan untuk dibahas kembali, maka hal itu akan ditindak lanjut ke Kemenpan-RB.

Artinya, dipertanyakan kembali untuk usulan dokter spesialis tersebut. Karena jika tetap menggunakan sistem yang lama dengan batasan usia maksimal 35 tahun itu, maka besar kemungkinan akan terjadi kekosongan lagi. “Jika tetap dipaksakan dengan merekrut yang usia 35 tahun, bisa jadi sia-sia lagi. Lebih baik kita usulkan untuk dialihkan ke formasi yang lain,” sebutnya.

Untuk ini, pihaknya akan tetap berupaya. Seperti apapun hasilnya, tetap akan kembali ke Kemenpan-RB yang akan memutuskannya. Pastinya, jika rekrutmen jadi dibuka pada 19 September pekan depan, maka prosesnya sudah jadi sangat mepet.

Pastinya, hingga saat ini peraturan presiden (perpres) untuk mengatur soal batasan maksimal usia dokter spesialis yang bisa mengikuti seleksi CPNS itu belum dikeluarkan atau belum disahkan menjadi payung hukum tetap.

Sementara, untuk sat ini BKD masih terusstandby-kan anggotanya di Kemenpan-RB untuk menunggu informasi formasi seperti yang dijanjikan sebelumnya. Semoga sudah ada kepastian dari pusat. “Saya sudah kirim kasubag (Deny) ke sana untuk menunggu pembagian formasi. Dan hingga saat ini kami masih menunggu. Jika sampai besok (hari ini) tidak ada, maka kami akan tetap tunggu sampai besok,” sebutnya.

“Intinya, Pemprov Kaltara bersama dengan kabupaten/kota yang ada di dalamnya  akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengakomodir para sarjana yang hingga kini masih menganggur,” jelasnya. (iwk/ash)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!