HEBOH! Air PDAM Mengandung Racun – FAJAR –
Daerah

HEBOH! Air PDAM Mengandung Racun

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, NANGA BULIK – Sebagian air yang disalurkan perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Dharma Lamandau tercemar racun `pembasmi rumput. Hal itu terjadi karena kelalaian salah satu pelanggan di kompleks perumahan Griya Bulik Indah, Desa Kujan, Kabupaten Lamandau.

Kejadian itu diketahui salah satu warga yang kemudian langsung melaporkannya kepada PDAM dengan membawa sampel air. Pihak PDAM langsung melakukan penanganan, sehingga kejadian tersebut tidak sempat menimbulkan korban.

”Ada warga yang membuka kran pagi hari, ternyata air yang keluar berwarna hijau kebiruan dan berbau seperti gramason. Kami langsung melakukan pelacakan sumber pencemaran,” kata Direktur PDAM Tirta Dharma Lamandau A Syaiful Anwar.

Dari hasil pelacakan, didapati di Blok B nomor 24, ada ujung selang yang masuk ke dalam galon herbisida dengan kran yang masih terbuka. Air yang bercampur racun itu hanya mencemari sejumlah rumah tangga di lokasi tersebut.

Syaiful menduga saat jaringan penyalur air ke kompleks perumahan itu dimatikan di pagi hari, selang tersebut menyedot isi galon herbisida dan membawanya ke saluran pipa air utama ke daerah yang lebih rendah karena gaya gravitasi.

”Beruntung saat itu jaringan pipa arah perumahan sudah ditutup, sehingga air yang tercemar hanya air yang tersisa di pipa saja, tidak sampai menyebar ke mana-mana. Kalau saat itu ada tekanan dari pompa air, tentu penyebarannya tidak terkendali,” ujarnya.

Setelah dipastikan sejauh mana pencemaran terjadi, petugas langsung melakukan pembersihan dengan menguras air di jalur pipa perumahan tersebut.

”Pengurasan dilakukan hampir setengah hari hingga air benar-benar bersih, tidak berbau dan berwarna lagi. Wilayah tercemar telah dilokalisir. Dijamin air tercemar ini tidak sampai menyebar ke daerah lain, sehingga warga Nanga Bulik tidak perlu khawatir,” katanya.

Rumah warga yang menyebabkan pencemaran itu  dalam keadaan kosong,  sehingga tidak bisa ditemui. Namun, pihaknya telah melakukan hal tersebut pada Ketua RT setempat serta ke Polres Lamandau.

”Meskipun belum sampai menimbulkan korban jiwa, namun kami tetap melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Agar menjadi pelajaran bagi semua. Mungkin kelalaian ini dianggap sepele. Padahal dampaknya sangat luar biasa merugikan masyarakat luas, bahkan mematikan,” tegasnya.

Masalah tersebut juga merugikan PDAM, karena  pihaknya selalu berupaya menjaga kuantitas dan kualitas dalam memberikan pelayanan masyarakat. Tetapi, dengan kejadian tersebut, bisa berdampak pada menurunnya kepercayaan.

Salah satu warga di perumahan tersebut, Angga, geram dengan terduga pelaku yang lalai menyimpan zat berbahaya hingga bergalon-galon di depan rumahnya. Air PDAM merupakan satu-satunya sumber air bersih warga setempat.

”Saat membuka kran, saya langsung menyiram bunga. Tiba-tiba tetangga di samping menegur dan mengatakan air sudah tercemar. Saya lihat airnya memang berwarna hijau kebiruan seperti Pertamax dan berbau aneh. Tanaman saya langsung layu,” tandasnya. (mex/ign) 

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!