Dikhawatirkan, Jembatan Jadi Proyek Abunawas

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) terus dikebut. Hingga awal September 2018, progres proyek khususnya bentang panjang yang dikerjakan dengan pendanaan dari APBN sudah mencapai 58,23 persen. Proyek ditarget rampung November 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik mengatakan, pembangunan Jembatan Pulau Balang menjadi salah satu proyek strategis nasional. Proyek itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas jalan lintas selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik di Pulau Borneo.

Sedangkan pembangunan bentang pendek, kata dia, sudah rampung sejak tahun lalu. Saat ini pengerjaan proyek sedang dalam tahap pembangunan bentang panjang sepanjang 804 meter. Adapun, tahun depan, jalan pendekat baik sisi Balikpapan maupun PPU menjadi prioritas untuk dibiayai APBN maupun APBD.

“Proyek dikerjakan tiga kontraktor, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, dan PT Bangun Cipta Kontraktor. Semuanya masih dalam progres. Kami optimistis selesai sesuai kontrak, November 2019,” ujar Taufik.

Dikatakan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kaltim agar jalan pendekat sisi Balikpapan maupun PPU mendapat alokasi di APBD Kaltim 2019. Sehingga, Jembatan Pulau Balang bisa segera digunakan.

Sebab, tanpa jalan pendekat, meski bentang panjang dan pendek selesai tetap tidak bisa difungsikan. Salah-salah nasibnya akan sama dengan Jembatan Martadipura di Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Jembatan itu dulu sempat dijuluki “Jembatan Abunawas” lantaran bentang utama belum tersambung dengan akses pendekat. Walhasil, jembatan hanya bisa dilintasi oleh monyet-monyet. Padahal, Jembatan Pulau Balang menjadi tumpuan mempercepat akses konektivitas jalan lintas selatan Kalimantan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...