GMTD Klaim Gugatannya Sudah Tepat Sasaran, Ini Alasannya


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keputusan PTUN Makassar menerima gugatan dari PT GMTD terkait sengketa lahan di Kelurahan Mariso Kecamatan Mariso, dinilai sudah tepat sasaran.Hal itu diungkapkan oleh Publik Relation PT GMTD, Hasrul. Hasrul menjelaskan, yang menjadi tuntutan dari PT GMTD bukan kepada warga Mariso, melainkan tuntutan tersebut dilayangkan kepada oknum pengusaha.”Kami sangat menyayangkan masalah ini bisa timbul kembali, karena kami sudah mengklarifikasi di media bahwa permasalah ini tidak ada kaitannya dengan warga di Jalan Nuri lorong 300 RW 6 RT 7 Kecamatan Mariso,”kata Hasrul saat dikonfirmasi, Senin (17/9/18).Ia menyebutkan bahwa ke 14 Sertifikat hak milik yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kota Makassar tahun 2009 – 20016, yang diklaim melalui program PRONA (Proyek Nasional) sudah diuji di Pengadilan TUN Makassar. Hasilnya, cacat yuridis dan melanggar peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.”Dimana alas hak sertifikat-sertifikat tersebut terbit berdasarkan pemilik awal (oknum tanah) yang sudah dipidana bersalah tahun 2001 (putusan inkracht), tapi oknum tanah masih menjual ke pihak lain yang kemudian disertifikatkan diatas tanah GMTD,”lanjutnya.Selain itu, sertifikat-sertifikat tersebut diklaim, diterbitkan melalui program PRONA, berubah menjadi atas nama oknum pengusaha. Sedangkan PRONA menjadi salah satu sasarannya untuk masyarakat yang tidak mampu, bukan untuk pengusaha.Disisi lain, GMTD juga telah melakukan  pelepasan hak yang dilakukan di depan Camat Mariso, disaksikan oleh Lurah Mattoangin pada tanggal 23 Agustus 1995. Artinya Pelepasan hak itu sah karena dibuat oleh pejabat berwenang, dimana mereka adalah kepala Wilayah yang mengetahui persis lokasi dan pemilik atas pelepasan hak tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar