Orang Tua yang Anaknya Lumpuh Akibat Vaksin MR Masih Trauma

Senin, 17 September 2018 - 10:37 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Masih ingat seorang murid SD bernama Selfiana (7) yang lumpuh usai disuntik vaksin MR di SDN 019, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara pada 6 Agustus lalu? Bocah yang tinggal di Jalan Imuspayau, RT 33 Nomor 14, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, ini sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Kendati sudah dinyatakan sembuh, orangtua Selfiana, yakni Marliani mengaku trauma.

“Ya, tentu saja saya takut waktu itu. Cemas nggak karuan, karena melihat anak saya begitu. Orangtua mana yang nggak sedih coba? Makanya, saya keingat terus ini kejadian itu. Sudah trauma betul sama suntik vaksin itu,” kata Ani, akrab Marliani disapa.

Saat dihubungi Balikpapan Pos kemarin (15/9), Ani menegaskan, tak mau anaknya yang lain disuntik MR. “Nggak sudah, Mas. Enggak sudah, trauma saya. Ada lagi anak saya yang kecil, tapi nggak sudah. Biar dikasih uang juga, saya nggak mau,” ujarnya.

Diketahui, Selfiana dinyatakan sembuh oleh dokter lantaran telah kembali normal berjalan. Selfiana sempat menjalani perawatan sekira seminggu di RSUD Balikpapan Beriman, lantaran kakinya tidak bisa melangkah. Ani mengatakan, menurut keterangan dari dokter yang merawat, anaknya bukan lumpuh akibat suntikan vaksinasi MR. Melainkan, terjadi infeksi saluran kencing yang bersamaan ketika sang anak disuntik.

Alasan dari dokter tersebut sempat membuat Ani heran, sebab anaknya tidak pernah memiliki riwayat penyakit apa pun sekalipun infeksi saluran kencing. Bahkan, dalam buang air kecil, anaknya dinilai normal dan tidak memiliki masalah kelainan apa pun.

“Alasannya infeksi saluran kencing itu bersamaan. Saya bilang sih nggak ada hubungannya. Nah, anak saya ini nggak pernah sama sekali infeksi saluran kencing, dia normal-normal saja. Dia lancar aja kok kencingnya. Ya, saya aja bingung ini,” herannya.

Selfiana diketahui mengalami lumpuh di kakinya usai disuntik vaksin MR di sekolahnya. Awalnya sebelum disuntik MR, Selfiana terlihat sehat, sama sekali tak ada keanehan dengan kondisi fisiknya. Namun, usai disuntik MR, setibanya di rumah Selfiana terlihat murung dan berkali-kali memegang kakinya. Malam harinya barulah Selfiana kesakitan di bagian kakinya dan keesokan harinya tak bisa lagi berjalan.

Menurut dokter, kedua kaki Selfiana yang tak berfungsi tidak ada hubungannya dengan suntik vaksin yang diterima. Efek samping dari vaksin MR, yakni nyeri pada sendi itu tidak ada kaitannya dengan area yang disuntikkan. Kondisi bekas suntikan imunisasi MR di tubuh Selfiana ini ada di lengan kirinya, sementara nyeri sendinya terjadi di paha kanan. Sehingga, menurut dokter, kemungkinan bukan karena imunisasi MR. (yad/yud/k1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *