Persidangan Kasus Atraksi Maut di MTs Al Kholil akan Diputuskan

Senin, 17 September 2018 - 12:13 WIB

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Terdakwa MSA dan AMW pada kasus perkara atraksi bela diri dari Pagar Nusa telah membacakan pledoinya yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb.

Kepala Seksi ( Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Berau, Nasrullah Syam mengatakan pada persidangan yang berlangsung singkat, dan digelar pada Kamis (13/9) lalu.

“Minggu ini sudah masuk agenda sidang pembacaan pledoi,” ujarnya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Nasrullah mengaku, untuk sidang lanjutan akan kembali digelar pada Kamis pekan depan. Yang dimana sidang tersebut akan memasuki agenda putusan dari Majelis Hakim PN Tanjung Redeb.

“Belum bisa pastikan apakah diperkuat sesuai tuntutan JPU atau tidak. Karena tergantung pada beberapa pertimbangan MH nanti, baik itu yang meringankan atau yang memberatkan,” tegasnya.

Diketahui, insiden yang  mengakibatkan anak murid dari Pagar Nusa berinisial RA (16) hingga meninggal dunia itu menuntut terdakwa MSA dan AMW oleh JPU Kejari hanya satu tahun enam bulan, dengan denda Rp 5 juta serta subsider tiga bulan.

“Karena korban seorang anak, terdakwa dikenakan pasal perlindungan anak.  Yakni pasal 80 ayat 3 Undang-Undang 35 Tahun 2014, serta Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), atas kelalaiannya yang menyebabkan anak di bawah umur meninggal dunia,” bebernya.

Nasrullah yang juga menjadi salah satu dari JPU pada perkara ini menerangkan pada dasarnya kesimpulan dari persidangan yang telah dilakukan beberapa kali itu bahwa terdakwa menyatakan menerima dan mengakui adanya kegagalan dari atraksi tersebut.

“Khususnya pada terdakwa ini mengaku bukan kali pertama, namun sering dilakukan tanpa adanya pengamanan,” tegasnya.

Bahkan fakta baru yang terungkap pada persidangan tersebut bahwa terdakwa AMW sebagai pengemudi mengaku hanya ditunjuk untuk melakukan atraksi berbahaya itu. Yang dimana diketahui tidak memiliki keahlian sama sekali di bidang tersebut.

“Pengendara yang biasa melakukannya sejak dulu bukanlah si terdakwa AMW ini. Jadi saat itu mobil yang dikendarai untuk melakukan atraksi berhenti beberapa detik di tubuh korban. Sehingga membuat korban merenggang nyawa,” tambahnya.

Dalam hal ini, juga sudah ada pernyataan dari keluarga korban bahwa ini adalah musibah. Artinya sudah saling memaafkan. Karena pihak terdakwa sudah menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap korban.

“Hal meringankan lainnya yakni salah satunya karena terdakwa ini masih menjadi tulang punggung keluarga,” tutupnya. (mar/app)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *