Ketemu Gubernur, Fraksi Golkar DKI Jakarta Soroti Masalah BPJS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kekisruhan yang menimpa Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini menjadi santapan nasional. Masalah yang bermula dari surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo yang ditandatangani Eno Zthezia, seorang dokter cantik menyedot perhatian publik.

Dokter Eno Zthezia meminta Jokowi menoleh  sejenak pada persoalan yang terjadi terkait BPJS Kesehatan. Pasalnya, masalah BPJS tak hanya dikomplen oleh dokter, tapi pasien juga ikut melakukan hal serupa.

Bahkan, masalah ini pun dirasakan oleh masyarakat dan Pemerintah DKI Jakarta. Menanggapi kondisi ini, Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta menggelar konfrensi pers untuk membahas masalah BPJS yang meresahkan publik beberapa hari kemarin.

Ketua Plt DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Malarangen mengakui, masalah BPJS merupakan kebijakan nasional yang mencakup seluruh daerah di Indonesia, dan ini menjadi sumber masalah utama saat ini.

"Soal BPJS memang adalah sebuah kebijakan nasional di wilayah, baik itu Kabuoaten/Kota dan Provinsi. Untuk BPJS, anda liat kebijakan sumber masalah, membicarakan hal ini banyak yang sedang gentar," kata Rizal Malarangen kepada awak media di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Selasa (18/9).

Masalah ini, kata politisi asal Sulawesi Selatan itu, masalah BPJS berimplikasi kepada tidak dibayarnya rumah-rumah sakit. Hal ini karena BPJS sendiri mengalami defisit hingga Rp 92 triliun dalam asuransi gratis.

"Inilah yang membuat rumah sakit belum dibayar. Untuk perbandingan apa disebut problematika ini, BPJS mengalami defisit dalam asuransi gratis mencapai Rp 92 triliun," beber Rizal.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...