Sekretaris KPU Makassar Akui Tak Lakukan Pemukulan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus dugaan pemukulan anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Sangkarrang Rusli, dengan terdakwa Sekertaris KPU Makassar Sabri, sudah memasuki tahap sidang perdana.

Agenda sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (17/9) sore, mendengarkan keterangan saksi. Sebanyak enam saksi dihadirikan, baik saksi dari panwas yang juga pelapor Rusli, maupun dari staf KPU Makassar.

Rusli melaporkan Sabri atas kasus pemukulan yang dialaminya saat rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar di Hotel MaX One, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Jumat (6/7/2018) lalu.

Kepada majelis hakim yang diketuai hakim Toto, pelapor Rusli mengklaim dirinya telah dipukul dari belakang oleh Sekertaris KPU Makassar Sabri, saat pleno penghitungan suara Pilwali Makassar berlangsung.

Sementara saksi lainnya mengaku tidak melihat adanya pemukulan itu. Hasil visum yang disimpulkan oleh dokter terhadap korban (Rusli) yang dibacakan oleh hakim ketua membenarkan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Terdakwa Sabri juga mengaku tidak melakukan pemukulan. Sabri menjelaskan bahwa kesalahan Rusli adalah memasuki area garis terlarang, yang hanya diperbolehkan untuk anggota KPU.

”Hal ini juga sudah dilakukan sosialisasi kepada Bawaslu dan pihak kepolisian sebelum rekaputulasi dilakukan,” ujarnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, hakim memutuskan akan menggelar sidang lanjutan pembelaan yang dilaksanakan pada Senin (24/9) mendatang. (jun/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...