ASS: Jadi PNS Bukan Penentu Masa Depan Aman

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah akhirnya mengumumkan kuota dan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bersamaan dengan penetapan formasi tersebut, jadwal pendaftaran pun diundur dari 19 September, menjadi 26 September hingga 10 Oktober mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo, menjelaskan seleksi pengadaan CPNS ini dibuka berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Menpan RB) Nomor 440 tahun 2018. Pembukaan seleksi CPNS dilakukan serentak di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Ashari menjelaskan, khusus untuk lingkup Pemprov Sulsel, pusat memberikan kuota sebanyak 401 formasi. Dibagi dalam dua kategori. Yakni formasi khusus, masing-masing lulusan cumlaude sebanyak 12 formasi, disabilitas empat formasi, dan eks tenaga honorer K2 1 formasi.

Sementara untuk formasi umum, tenaga guru sebanyak 184 formasi, kesehatan 124 dan tenaga teknis 76 formasi. “Jadi total keseluruhan sebanyak 401 formasi,” ungkap Ashari di ruang kerjanya, Rabu (19/9).

Berbeda dengan pendaftaran CPNS sebelumnya, pemerintah tahun ini membuka formasi untuk lulusan terbaik dengan pujian (cumlaude) jenjang S1.
Calon pelamar harus berasal dari lulusan perguruan tinggi negeri yang terakreditasi A. Pelamar yang akan mendaftar CPNS bisa melakukan secara daring pada portal panitia seleksi nasional (Panselnas) http://sscn.bkn.go.id.

Antusiasme masyarakat, khususnya para pencari kerja untuk mendaftar CPNS sangat besar. Informasi penerimaan sangat ditunggu-tunggu.

Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina menjelaskan, ketertarikan masyarakat untuk menjadi PNS karena beberapa alasan. Di antaranya, predikat PNS menjadi kebanggaan di tengah masyarakat. Selain itu, meski tidak terlalu besar, ada gaji yang bisa diharapkan setiap bulan. Termasuk mendapat dana pensiun.
“Beda dengan swasta kan,” ujarnya, kemarin.

Namun pandangan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (ASS) agak berbeda. Dia mengatakan, ketertarikan masyarakat untuk menjadi PNS karena mindset yang dibangun dari kampus seperti itu. Menjadi seorang PNS maka masa depannya aman. Padahal, dari bangku pendidikan yang harus ditanamkan bagaimana bisa menjadi sosok yang bisa menciptakan lapangan kerja. Bukan berharap jadi PNS saja.

“Siapa bilang PNS aman masa depannya? Justru kalau ingin menjadi orang sukses harus bisa menciptakan lapangan kerja,” kata ASS.

Khusus untuk formasi tenaga guru, ada 17 jurusan yang akan dibuka.
Di antaranya S1 Geografi. S1 Pendidikan Bahasa Jepang lima kuota. S1 Pendidikan Bahasa Arab lima kuota.

Selain itu, S1 Pendidikan Jaskes enam kuota. S1 Pendidikan Antropologi enam kuota. S1 Pendidikan Sejarah lima kuota. S1 Pendidikan Sosiologi enam kuota. S1 Pendidikan Matematika 10 kuota.

S1 Teknologi Informasi dan Komunikasi 17 kuota. S1 Pendidikan Bahasa Indonesia tujuh kuota. S1 Pendidikan PPKN tujuh kuota. S1 Pendidikan Agama Islam 28 kuota. S1 Pendidikan Agama Kristen satu kuota.

S1 Pendidikan Agama Katolik satu kuota. S1 Pendidikan Seni Budaya 10 kuota. S1 Pendidikan Seni 15 kuota. S1 Pendidikan Bimbingan Konseling 50 kuota. (rhm/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...