Tersisa 80 Ekor di Dunia, 5 Organisasi Konservasi Internasional Selamatkan Badak Sumatera

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Dalam rangka Hari Badak Sedunia, lima organisasi konservasi internasional membentuk aliansi untuk mencari langkah inovatif guna menyelamatkan Badak Sumatra dari kepunahan. Upaya ini, menurut Ketua International Union for Conservation of Nature Species Survival Commission (IUCN-SSC) Jon Paul Rodriguez, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/9), merupakan dukungan terhadap program Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh IUCN-SSC, bekerja sama dengan Global Wildlife Conservation (GWC), International Rhino Foundation (IRF), National Geographic Society (NGS), dan World Wildlife Fund (WWF). "Tantangan besar ini tidak dapat dijalani oleh satu organisasi saja. Kami IUCN-SSC, merasa bangga berada dalam aliansi yang kuat dan luar biasa ini, dan kami yakin bahwa akan melihat Badak Sumatera berkembang biak sekali lagi," katanya. Kurang dari 80 ekor Badak Sumatera tersisa di dunia, sehingga spesies ini dikatakan menghadapi kepunahan, bila tidak ada intervensi manusia untuk menyelamatkannya. Setelah puluhan tahun diburu dan hutannya dirusak, ancaman terbesar yang dihadapi saat ini adalah jarak yang memisahkan populasi yang tinggal sedikit itu. "Badak menghadapi risiko kemandulan bila tidak bisa bertemu pasangan untuk bereproduksi, akhirnya akan mati dengan sendirinya karena lama terisolasi," ujar Rodriquez. Dengan populasi yang terfragmentasi dan tersebar dalam kantong-kantong berukuran kecil di dua pulau terbesar di Indonesia, menurut dia, harapan kelestarian mereka bergantung pada kemampuan para pelestari untuk menemukan dan memindahkan mereka dengan aman ke fasilitas yang dirancang khusus.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan