Proyek Enam RS Regional Dianggarkan Rp3,9 Miliar

Selasa, 25 September 2018 - 07:41 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai salah satu program unggulan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, enak rumah sakit representatif berskala regional, akan dihadirkan di beberapa wilayah.

Untuk kepentingan itu, Pemprov Sulsel mulai mewujudkan pembangunan rumah sakit regional.

Rencananya ada enam rumah sakit regional yang akan dibangun di beberapa daerah. Untuk tahap pertama akan dibangun dua, satu di Majauleng, Kabupaten Wajo dan satu lagi di Ujung Lamuru, Kabupaten Bone. Tahun 2019 mendatang, pembangunan fisik kedua rumah sakit ini sudah mulai dilakukan.

Sebagai persiapan, Dinas Kesehatan Sulsel sudah menyiapkan anggaran visibiliti studi, kajian Amdal dan master plan (DED) kedua rumah rumah sakit ini.

Dana sebesar Rp3,9 miliar melalui APBD-Perubahan 2018 siap untuk kegiatan ini.
Pelaksana tugas Kepala Dinkes Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan anggaran tersebut untuk perencanaan dan persiapan pembangunan dua rumah sakit regional. Untuk anggaran fisik akan diusulkan di APBD Pokok 2019.

“Kalau fisik, satu rumah sakit butuh sekitar Rp150 miliar ini belum termasuk fasilitas atau latar kesehatannya. Tahun ini, kita mulai siapkan untuk kajian dan DED di APBD perubahan,” katanya, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/9).

Bachtiar mengakui anggaran pembangunan fisik memang besar, untuk itu dirinya berharap ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN. Hanya saja, saat ini dan tahun depan DAK sektor kesehatan di Sulsel digunakan untuk kelanjutan pembangunan RSUD yang ada, seperti RSUD Labuang Baji.

“Kita coba pakai APBD dulu, kalaupun tidak cukup kita kerjakan selama dua tahun atau multiyears. Kita usahakan juga cari dari DAK. Intinya kita lakukan bertahap untuk mewujudkan visi dan misi Pak Gubernur,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyebutkan pembangunan Rumah Sakit Regional adalah bagian dari mewujudkan tuntutan masyarakat.

“Merupakan tuntutan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan Rumah Sakit dan memudahkan akses masyarakat,” sebutnya.

Sementara mengenai alokasi anggaran pada perubahan APBD perubahan 2018 ini ditujukan untuk melakukan kajian fasilitas studi pembuatan masterplan Rumah Sakit, dan kajian Amdal.

“Bila semua ini dapat terlaksana dan rampung selesai di akhir tahun 2018 ini, maka pembangunan fisik Rumah Sakit Regional tersebut akan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2019 yang status kepemilikannya adalah milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” paparnya. (rhm/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.