Kasus 205 Ton Pupuk Ilegal Batu Kapur Jalan di Tempat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyidikan kasus pupuk pembenah tanah ilegal berbahan batu kapur yang ditangani Subdit 1 Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, genap setahun. Namun, tak ada kejelasan penyelesaian kasus tersebut.Padahal sebelumnya, pengungkapan kasus tersebut dirilis langsung oleh Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel langsung dari pabrik pembuatan pupuk ilegal yang dimaksud.”Kami sangat sayangkan hal tersebut. Kok penyidikannya malah menghilang padahal jelas-jelas mereka sendiri merilis jika kegiatan pembuatan pupuk yang hanya berbahan tunggal dari batu kapur tersebut memenuhi unsur perbuatan melawan hukum,” kata Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun via telepon, Rabu (26/9/18).Kadir curiga kasus tersebut sengaja ditutupi bahkan didiamkan penyidikannya dan kemungkinan besar diam-diam telah dihentikan. Dan untuk mengelabui atensi masyarakat, Polda Sulsel mengekspose kasus baru yang sementara diselidiki.”Ini modus lama dan sikap itu kelru karena sejak awal penyidikan kasusnya mendapat atensi besar dari masyarakat Sulsel pada umumnya,” terang Kadir.Ia berharap Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono meluangkan waktu untuk mengawasi ketat penanganan kasus-kasus oleh bawahannya. Diantaranya penanganan kasus pembuatan pupuk ilegal yang berbahan tunggal dari batu kapur tersebut.”Kapolda harus atensi kasus pupuk kapur ilegal ini. Karena dampak peredaran pupuk tersebut dapat mengancam kesehatan masyarakat apalagi jelas digunakan dalam bidang pertanian,” ujar Kadir.

  • Bagikan