Ketua Baleg DPR Minta Pemerintah Hentikan Penerimaan CPNS

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) melakukan Revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) nampaknya bakal terhenti dengan keputusan Pemerintah mengusulkan, P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) lewat Peraturan Pemerintah. Selain pengusulan P3K ini, Pemerintah juga tidak begitu serius mendorong DPR untuk melanjutkan RUU ASN tersebut. Ketua Badan Legislasi DPR-RI Supratman Andi Agtas mengatakan, Pemerintah tidak menunjukan sikap keseriusan mereka dalam RUU ASN ini. Padahal, masalah RUU ASN ini sudah dibentuk sejak tahun lalu, namun tidak etikat baik dari Pemerintah. Bahkan, Supratman mengaku, beberapa hari kemarin dirinya sudah melakukan komunikasi masalah RUU ASN ini dengan Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi untuk masalah tersebut secepatnya diselesaikan. “Iya,  karena ini memang inisiatif DPR. Ketidak seriusan itu bisa dilihat, saya bicara kemarin dengan Pak Johan Budi (Jubir Presiden), saya menyampaikan ini harus menjadi konsentrasi Presiden Jokowi diakhir masa Pemerintahannya, berilah sesuatu hadiah kepada masyadakat kita yang selama ini sudah memperlihatkan pengabdian yang luar biasa,” kata Supratman kepada Fajar Indonesia Network lewat sambungan telpon, Kamis (27/9). Politisi asal Sulawesi Tengah ini merasa sedih dengan nasib para tenaga honorer K-2 yang selama ini diabaikan oleh Pemerintah. Padahal, langkah DPR-RI melakukan revisi UU ASN itu agar para honorer yang berusia di atas 35 tahun bisa terakomodir secara keseluruh, karena pengabdian mereka pada bangsa ini sudah melampui batas.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan