Masalah Nasib K-2, Ketua Baleg DPR Minta Jokowi Belajar dari SBY

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Badan Legislasi DPR-RI Supratman Andi Agtas menyarankan agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi belajar dari Presiden ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dengan penanganan nasib tenaga honorer K-2. Menurut Supratman, SBY mampu menyelesaikan nasib honorer K-1 dan K-2 yang jumlahnya hampir satu juta orang dengan cara mengangkat mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa harus membuka seleksi CPNS. Dikatakan Supratman, jumlah tenaga honorer K-2 saat ini sebanyak 438 ribu orang, sementara Pemerintah hanya memberikan kuota CPNS sebanyak 238 ribu orang. Parahnya, kuota itu harus direbutkan oleh jutaan orang di Indonesia termasuk di dalamnya tenaga honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun dalam mencerdaskan anak bangsa, baik di perkotaan hingga daerah terpencil di pelosok nusantara. “Ini soal kemanusian, jadi itu yang harus kita lakukan. Contolah Pemerintahan SBY dulu untuk mengangkat tenaga honorer K-1 dan K-2 itu. Ada hampir satu juta dan bisa diatasi dengan baik. Ini kan cuman 438  ribu orang, tahun ini Pemerintah mengangkat 238 ribu orang, berarti harusnya dalam waktu dua tahun ini bisa selesai. Kalau ini sudah selesai, berarti kita mulai dari nol dan Pemerintah membuka pendaftaran jalur umum, kan tidak ada masalah. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada Pak Menteri, termasuk Presiden Jokowi segera menyelesaikan ini lah UU ASN,” kata Supratman kepada Fajar Indonesia Network, Kamis (27/9). Politisi Partai Gerindra ini menyarankan agar Pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menghentikan dulu penerimaan CPNS secara umum, dan menyelesaikan dulu masalah honorer K-2.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan