Nah!! Surat Presiden Tentang Revisi UU ASN Terlihat Lucu

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah DPR-RI untuk Merevisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) sepertinya jalan di tempat. Ini terlihat dengan tak adanya perkembangan terkait masalah ini. Parahnya, Pemerintah dan DPR-RI tak sejalan dengan langkah revisi UU ASN yang diusulakn oleh PR-RI untuk memperjuangkan nasib honorer K-2 yang sudah melewati syarat usia CPNS. Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI Supratman Andi Agtas mengatakan, pengajuan revisi UU ASN sudah dimasukan dan mendapat dukungan dari semua fraksi di parlemen. Bahkan, fraksi yang mendukung Pemerintah ikut mendorong revisi UU ASN tersebut. Tetapi, Surat Presiden (Surpres) tentang revisi UU ASN Nomor 5 Tahun 2014. “Saya kemarin sudah, itukan sudah masuk. Kami meminta supaya Pemerintah (Joko Widodo-red) segera memasukan, bayangkan Surpres-nya inikan satu hal yang lucu. Pemerintah atau Presiden mengelurkan Surpres, tetapi tidak disertai dengan daftar yang bisa nyelesain masalah. Dulu masa Pak Hasman sudah dijanji pada Raker berikut, dalam masalah persidangan ini maksudnya. Itu Pemerintah sudah mengeluarkan dealnya, tapi sampai sekarang belum ada,” kata Supratman kepada Fajar Indonesia (FIN), Jumat (27/9). Sikap Pemerintah dalam merespon revisi UU ASN nampaknya tak begitu serius. Ini terlihat dengan pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Bahkan, klaim Pemerintah bahwa Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi untuk membuka formasi CPNS yang baru, padahal langkah pembukaan CPNS secara umum tanpa memikirkan nasib honorer K-2 menjadi bukti konkrit ketidak seriusan Pemerintah dalam revisi UU ASN.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan