Rampungkan Berkas, Kejati Bakal Periksa Saksi Kasus Lampu Jalan Lagi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya di 144 desa Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel masih harus merampungkan berkas penyidikan. Pada proyek yang dilaksanakan pada tahun 2016-2017 itu diperkirakan mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp17.937.500.000.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel Salahuddin, mengatakan saat ini penyidik sementara merampungkan berkas penyidikan kasus tersebut. Dalam perkara ini, sudah ada puluhan saksi yang telah dimintai keterangannya. Termasuk sejumlah pejabat terkait yang diduga mengetahui pelaksanaan proyek.

”Tersangka dalam kasus ini juga telah dimintai keterangannya. Masing-masing Kabid BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) A Baharuddin Patajangi, dan Haeruddin selaku rekanan proyek. Tapi mereka masih diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Belum diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka,” jelas Salahuddin, kemarin.

Kasi Penkum beralasan, langkah tersebut ditempuh penyidik, karena masih ada beberapa saksi lagi yang masih akan dimintai keterangannya guna melengkapi bukti-bukti serta keterangan yang ada.

Dalam kasus ini, di tahun 2016 Pemkab Polman melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp4.610.074.000 untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya melalui Sekertariat Daerah (Setda). Rekanannya adalah CV Zamzam.

Tahun 2016, kembali Pemkab Polman melalui Dinas Kesehatan menganggarkan proyek tersebut sebesar Rp889.020.000. Kali ini rekannya yakni Barman.

Selanjutnya, Setda Pemkab Polman mengalokasikan lagi sebesar Rp7.059.250.000. Rekanannya yakni PT Alif Pratama. Juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp16.920.000.000 untuk pengadaan lampu jalan di 144 desa.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...