Permudah Pencarian Korban, Polda Sulsel Kirim Anggota K9 ke Sulteng

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ratusan korban jiwa berjatuhan setelah gempa 7,7 magnitudo disusul tsunami setinggi 1,5 hingga 3 meter menghantam Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/19).

Tim evakuasi gabungan terus berdatangan, baik dari TNI-Polri, Basarnas, dan lainnya terus berdatangan untuk membantu menyelamatkan korban yang selamat mau pun yang telah meninggal dunia.

Namun, dalam musibah kali ini, Polda Sulsel juga akan mengerahkan dua ekor K9 kemampuan SAR pengendus mayat milik Dit Sabhara Polda Sulsel, berjenis Ras Pointer dan Belgian Malinois.

“Untuk mempermudah pencaharian korban yang tertimpa bangunan, kami kerahkan dua jenis K9 Dit Sabhara Polda Sulsel. Dan kedua ini sangat handal dan telah terlatih,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (29/9/18).

Untuk diketahui, Satuan Polisi Satwa Dit sabhara Polda Sulsel sudah memiliki 14 ekor anjing pelacak atau K9. 14 ekor K9 ini mayoritas berasal dari Negara Belanda. Namum ada juga anjing yang dikirim dari Negara Inggris.

Secara terpisah, Bripda Budi Kurniawan, salah satu pawang K9 Polda Sulsel mengatakan, 14 ekor K9 tersebut terdiri atas, jenis Herder, Malinois, mix herder Malionis, Pointer, Rottweiler.

Dimana, K9 binaan Dit Shabara Polda Sulsel ini memiliki perawatan khusus. Para K9 pun diberi makan dua kali sehari dan akan dimandikan dua kali seminggu.

“Para anjing K9 ini menghabiskan 1 karung daging kemasan dalam satu minggu,” ujarnya.

Namun ada pantangan dari K9, karena tidak boleh kawin atau berkembang biak. Sebab, apabila anjing K9 berkembang biak, maka akan mempengaruhi kualitas pelacakan dan penciumannya.(ade/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...