Korban Gempa Palu Membludak di Bandara, Petugas Kewalahan Lakukan Evakuasi

Senin, 1 Oktober 2018 - 16:17 WIB

FAJAR.CO.ID, PALU — Memasuki hari keempat pasca gempa yang mengguncan Palu, Donggala dan beberapa wilayah lainnya di Sulawesi Tengah, aktivitas masyarakat berubah seketika, Senin (1/10/18).

Trauma dan ketakutan adanya gempa susulan yang lebih dahsyat membuat warga segera mengepung area Bandar udara Mutiara Sis Al Djufri Palu. Berbekal pakaian di badan bersama sanak keluarga, mereka berjibaku untuk mendapatkan seat pesawat meninggalkan kota Palu.

Gelombang warga yang jumlahnya ribuan membuat petugas bandara kewalahan. Bahkan petugas dari TNI yang berjaga juga tak bisa maksimal mengatur “desakan” warga. Sekadar info bahwa saat ini pesawat komersil belum tersedia.

Armada Hercules TNI AU jadi sasaran yang tak jarang menimbulkan gesekan fisik dan adu argument antar warga.

Hingga kini warga berupaya “survive” dengan cara masing-masing. Belum ada upaya maksimal dari pemerintah setempat untuk memfasilitasi warga yang terkena dampak bencana. Tenda-tenda pengungsian sepanjang jalan utama dari bandara hingga ke pusat-pusat kota menjamur layaknya pemukiman “kumuh” yang tak terurus.

Di sisi lain, Listrik, air bersih, bahan bakar dan makanan menjadi barang langka yang amat sulit ditemukan.

“Kita berharap semoga pemerintah segera melakukan tindakan kongkrit untuk warga. Ambang batas kesabaran dikhawatirkan sampai pada titik nadir yang memaksa mereka untuk anarkis, merusak bahkan saling bertikai demi bertahan hidup,” ujar salah seorang warga.(ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.