Dari Gempa dan Tsunami Hingga Semburan Api, Ini Pesan Kapolres Mamuju

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Fenomena gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah dan meluas ke Sulawesi Barat, masih menyisakan duka mendalam. Bahkan pasca-gempa, fenomena lainnya berupa semburan api juga muncul di daerah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), tepatnya di Kecamatan Budong-budong.Fenomena alam ini muncul pada Sabtu siang (29/9) dan sempat menggegerkan masyarakat. Semburan api tersebut tiba-tiba muncul dengan ketinggian kurang lebih 2 meter.Atas kejadian tersebut, Kapolres Mamuju, AKBP Mohamad Rivai Arvan, SIK. MH, langsung meninjau lokasi.Kapolres mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya yang mengintai dan tidak mendekat ke lokasi kejadian alam tersebut. Selain itu, melalui perintah Kapolres, lokasi tersebut telah dipasang garis polisi atau police line sebagai tanda waspada.Kapolres Mamuju menjelaskan, sebelum kejadian ini masyarakat setempat mengaku sebelumnya memang terdapat lubang yang menyerupai sumur dengan diameter sekitar satu meter. Namun warga tak menaruh kecurigaan kalau lubang itu akan mengeluarkan semburan api.Tapi memang, sebelum terjadi gempa yang berpusat di Donggala, semburan api belum pernah terjadi. Baru setelah gempa muncul semburan api."Baik terkait fenomena semburan api ini maupun bencana gempa bumi, masyarakat harus tetap waspada," tegasnya.Sementara itu, fenomena alam ini akan diteliti pihak pemerintah untuk memastikan lubang api yang terdapat di kawasan perkebunan warga di Kecamatan Budong-budong. (ala/bkm/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Fenomena gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah dan meluas ke Sulawesi Barat, masih menyisakan duka mendalam. Bahkan pasca-gempa, fenomena lainnya berupa semburan api juga muncul di daerah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), tepatnya di Kecamatan Budong-budong.

Fenomena alam ini muncul pada Sabtu siang (29/9) dan sempat menggegerkan masyarakat. Semburan api tersebut tiba-tiba muncul dengan ketinggian kurang lebih 2 meter.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Mamuju, AKBP Mohamad Rivai Arvan, SIK. MH, langsung meninjau lokasi.

Kapolres mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya yang mengintai dan tidak mendekat ke lokasi kejadian alam tersebut. Selain itu, melalui perintah Kapolres, lokasi tersebut telah dipasang garis polisi atau police line sebagai tanda waspada.

Kapolres Mamuju menjelaskan, sebelum kejadian ini masyarakat setempat mengaku sebelumnya memang terdapat lubang yang menyerupai sumur dengan diameter sekitar satu meter. Namun warga tak menaruh kecurigaan kalau lubang itu akan mengeluarkan semburan api.

Tapi memang, sebelum terjadi gempa yang berpusat di Donggala, semburan api belum pernah terjadi. Baru setelah gempa muncul semburan api.

“Baik terkait fenomena semburan api ini maupun bencana gempa bumi, masyarakat harus tetap waspada,” tegasnya.

Sementara itu, fenomena alam ini akan diteliti pihak pemerintah untuk memastikan lubang api yang terdapat di kawasan perkebunan warga di Kecamatan Budong-budong. (ala/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment