Mengaku Trauma, Puluhan Pengungsi Korban Gempa Palu Asal Pangkep Pulang Kampung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Sekitar 46 warga Pangkep yang menjadi korban gempa dari Palu dan Donggala, Sulteng, memilih mengungsi ke kampung halamannya di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Kepulangan warga tersebut menempuh jalur darat dengan menggunakan bus. Rata-rata dari pengungsi tersebut merupakan kalangan wanita dan anak kecil.

Rombongan korban gempa warga asal Pangkep ini, tiba di Pangkep Selasa (2/10) pagi dengan menggunakan bus. Mereka berasal dari beberapa desa di Kecamatan Marang dan Labakkang.

Salah seorang warga, Rustam asal Desa Padang Lampe, Kecamatan Marang, mengatakan ia dan keluarganya memutuskan untuk keluar dari rumahnya di Donggala karena selain menyelamatkan diri juga menghilangkan trauma.

“Saya masih pusing dan trauma jika mengingat peristiwa itu,” ujar Rustam.

Begitu pula diungkapkan Rosmiani, warga Pangkep yang tinggal di Desa Lalombi, Donggala. Selain rumahnya yang rubuh juga empang atau tambaknya juga hancur tersapu air tsunami.

”Semua tambak hancur dan ikan mati. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari tambak ini,” ucap Rosmiani sambil menggendong anaknya yang berusia 1,5 tahun.

Plt. Sekkab Pangkep, Hj. Djumliati mewakili Pemkab Pangkep menyambut khusus kedatangan para pengungsi itu. Sekkab wanita pertama di Pangkep ini merasa iba dan prihatin dengan kondisi para pengungsi.

”Alhamdulillah beruntung warga kita ini bisa selamat dan kondisinya masih sehat. Makanya para korban gempa ini, kita data untuk diberikan bantuan biaya transportasi kepada mereka,” pungkas Djumliati.

Sementara itu Bupati Pangkep, H.Syamsuddin Hamid, mengatakan akan memberikan bantuan pengganti biaya transportasinya.

“Pokoknya Pemkab akan memberikan perhatian dan siap membantu biaya transportasi. Mereka ini warga kita yang merantau kemudian menjadi korban gempa sehingga layak untuk diberikan bantuan,” katanya. (rusdi/bkm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...