Belum Dapat Bantuan, 13 Kepala Keluarga di Petobo Kritis

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Gempa magnitudo berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Palu dan Donggala Sulawesi Tengah sejak Jumat 28 September 2018. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami di kota Palu, sehingga menelan banyak korban dan meluluhlantakkan rumah warga.

Salah satu daerah yang juga terkena dampak dari gempa tersebut yakni di Kelurahan Petobo, Palu Selatan. Ratusan rumah di daerah tersebut tertimbun lumpur akibat gempa.

Paska gempa di Petobo tepatnya di Griya Petobo Permai, banyak warga mengalami kondisi kritis untuk memperoleh makanan dan minuman. Bahkan mereka harus mencari makanan dan minuman pada puing-puing rumah akibat gempa.

“Sampai saat ini mereka belum mendapatkan bantuan. Ada sekitar 13 kepala keluarga yang selamat disana. Kabar terakhir kondisi mereka kritis dan belum mendapatkan bantuan, karena tempat yang mereka pojaki itu makin hari makin sempit,”ujar Amir, salah satu keluarga korban gempa saat ditemui di Warkop Tribun Timur, jalan Cendrawasih Makassar, Rabu (3/10/18).

Amir menjelaskan, dari 13 kepala keluarga yang terjebak lumpur salah satu dari mereka merupakan saudara kandung Amir bernama Fadh Amin Walide. Adiknya tersebut bersama dengan istri bernama Novi, dan anaknya bernama Tenri berumur 4,5 tahun.

“Belum ada tim penyelemat yang menemui mereka. Saat ini sudah lima kepala keluarga yang meninggal. Kalau sampai dalam dua hari ke depan tidak tertolong, maka jiwa mereka tidak terselamatkan,”lanjutnya.

Hingga saat ini, kata Amir, para korban berkumpul pada lapangan di Griya Petobo Permai. Ia berharap, pemerintah maupun relawan cepat memberikan bantuan ke lokasi tersebut. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...