Ini Rincian Daerah Rawan Gempa, Longsor, dan Tsunami di Sulsel

Kamis, 4 Oktober 2018 14:29

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, mengundang rasa was-was yang ada di Pulau Sulawesi, tak kecuali dengan masyarakat Sulawesi SelatanSebanyak delapan daerah rawan dengan peristiwa ini. Histori gempa yang merusak diperoleh dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar. Yakni gempa di Bulukumba pada 29 Desember 1828 dengan VIII-IX MMI. Gempa Tinabung, 11 April 1967 dengan magnitudo 5,3 skala richter (SR). Gempa Majene (ketika itu masuk wilayah Sulsel) pada 23 Februari 1969. Magnitudonya 6,9 SR. Gempa Mamuju, 6 September 1972 dengan 5,8 SR. Gempa Mamuju, 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,6 SR.Selanjutnya, gempa Ulaweng pada 8 April 1993 yang magnitudonya 5,3 SR. Gempa Pinrang 28 September 1997 sebesar 6 SR. Gempa Sorowako 15 Februari 2011 dengan 6,1 SR. Pada delapan wilayah tersebut, kata Staf Pusat Gempa Regional (PGR) IV BMKG Makassar Syarifuddin, tidak menutup kemungkinan gempa serupa akan kembali terjadi. “Tidak menutup kemungkinan akan terjadi gempa seperti itu lagi di wilayah yang sama,” ujar Syarifuddin di kantornya,kemarin.Ia menjelaskan, dari 24 kabupaten di Sulsel, ada beberapa daerah yang rawan gempa. Yakni Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Soroako, Soppeng, Bone, Wajo, Sinjai, Parepare, Sidrap dan Pinrang.Sedangkan untuk wilayah daerah yang dianggap rawan tsunami, yakni Makassar (berpotensi), Bulukumba (berpotensi), Selayar (berpotensi), Jeneponto (berpotensi), Bantaeng (berpotensi) dan Takalar (berpotensi). “Kalau Mamuju dan Majene itu masuk dalam level waspada,”ungkapnya.Antara tahun 2011 hingga 2017, tambahnya, ada beberapa gempa yang terjadi, namun masih dalam skala kecil. Sedangkan potensi gempa untuk Makassar, menurut Syarifuddin, masih relatif aman. “Kalau untuk Makassar, lebih kepada dampak getarannya saja, seperti yang terjadi baru-baru ini,” jelasnya.Sedangkan untuk potensi tsunami, wilayah Makassar bisa terkena langsung. Apabila ada terjadi gempa besar di wilayah Flores, gelombang tsunaminya bisa berdampak ke kota ini. Khususnya di daerah pesisir pantai barat dan selatan. “Kalau ada gempa di Flores, itu dampaknya biasa sampai Makassar serta berpeluang tsunami. Apalagi wilayah laut Makassar terlihat sangat terbuka,” bebernya.Di bagian lain, prakirawan BKMG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus menjelaskan potensi terjadinya bencana banjir di musim hujan mendatang. Dia menyebut ada 13 kabupaten yang rawan. Masing-masing Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone Wajo, Barru, Pangkep, Maros, Makassar dan Takalar.Terjadinya bencana banjir dikarenakan intensitas air hujan yang tinggi. Topografi wilayahnya dengan kondisi di wilayah tersebut. “Banjir itu bukan karena curah hujan saja, namun banyak pengaruh lain yang bisa mengakibatkan banjir,” ujarnya, kemarin.Untuk wilayah yang dianggap rentan terjadi bencana tanah longsor, yakni Gowa, Sinjai. Bulukumba, Bantaeng, Bone bagian barat, Soppeng, ada juga di Luwu Utara. Sedangkan wilayah yang masuk dalam level waspada, yakni Gowa, Maros, Pangkep, Soppeng, Bone bagian barat, Barru bagian selatan, Pinrang, sebagian besar wilayah Luwu. Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja dan Toraja Utara.(fmc/ade)

Bagikan berita ini:
2
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar