Tumbang Tarung di Bawaslu, OSO Ajukan Gugatan ke PTUN


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kuasa hukum Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, kliennya akan mengajukan uji materi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).Hal ini dikatakan Yusril, setelah ‎Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah memutuskan terkait uji materi dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Hanura OSO.”Kami akan membawa ini ke PTUN. Artinya kalau dari Bawaslu kami sudah puas, dan kami masih dapat upaya hukum di PTUN,” ujar Yusril di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/10).Yusril tetap memiliki argumen bahwa ‎putusan Mahkamah Konstitusi (MK)‎ Nomor 30/PUU-XVI/2018 yang mengatur larangan bagi pengurus partai politik menjadi anggota DPD, tidak berlaku surut. Artinya diterapkan bukan pada Pemilu 2019, melainkan di hajatan lima tahunan 2024.”Putusan MK ini tidak berlaku surut. Karena persyaratan OSO sudah dilengkapi dan ‎dan sudah diumumkan daftar calon sementara (DCT),” katanya.Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya menolak uji materi yang dilakukan oleh OSO. Karena OSO tidak secara sah meyakinkan Bawaslu bahwa KPU telah melakukan pelanggaran administrasi pendaftaran calon anggota DPD RI.”Menyatakan terlapor tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu,” ujar Abhan saat membacakan sidang putusan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (5/10).

Komentar

Loading...