IKA UNM Siapkan 1000 Kursi Pendidikan Untuk Anak Korban Gempa Sulteng

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar memfokuskan menangani korban pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Terhadap korban, IKA UNM memberikan pendidikan gratis khususnya pada anak-anak.

Ketua IKA UNM, Andi Jamaro Dulung mengatakan bahwa sebagai lembaga yang menghimpun tenaga pendidik, pihaknya fokus dalam penanganan pasca bencana. Untuk itu, 1000 kursi dipersiapkan bagi anak-anak korban gempa dan tsunami.

“Kami sadar betul IKA UNM adalah lembaga yang menghimpun tenaga pendidik. Kami menyiapkan 1000 kursi, untuk kita salurkan kepada 1000 korban gempa ke pondok pesantren yang sudah menyatakan kesediaannya,”kata Jamaro saat ditemui di Posko Penyaluran Gempa Palu UNM, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Senin (8/10/18).

Hingga saat ini, kata Jamaro, telah tersedia 400 kursi yang bersedia menerima korban gempa dan tsunami. Namun, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan terus berupaya hingga mencapai 1000 kuris.

“Hari ini sudah ada sekitar 400 kapasitas yang bersedia menerima, baik itu di Sulsel maupun di palu Jawa. Yang sudah menyatakan kesediaan itu dari Kabupaten Wajo, Soppeng, Jeneponto, dan Bulukumba. Dan di Makassar belum ada yang bersedia,”lanjutnya.

Jamaro yang juga sebagai Ketua Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) mengatakan saat ini masih membutuhkan informasi yang falid terkait data korban gempa di Palu. Ia menjelaskan, salah satu syarat penerimaan korban gempa yaitu anak yang masih duduk pada bangku Tsanawiyah dan Aliyah.

Kami juga masih menunggu lembaga pendidikan lain yang mampu memberikan kesediaan sampai nanti tercapai angka 1000.
Kita juga tidak akan mempersulit mengenai surat keterangan dan lain sebagainya, karena kita tahu anak mana yang memenuhi kriteria dan syarat langsung kita tampung. Karena syaratnya itu anak yang sudah duduk di bangku Tsanawiyah dan Aliyah, itu saja,”bebernya.

Pihaknya juga memastikan akan mendapatkan korban gempa dan tsunami di tempat yang layak untuk pendidikan mereka.”Soal biaya nanti kita pikirkan lagi, yang jelas anak-anak dapat melanjutkan pendidikannya,”pungkas Jamaro. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...