Penghentian Evakuasi Korban Bencana Sulteng Ditandai Doa Bersama – FAJAR –
Nasional

Penghentian Evakuasi Korban Bencana Sulteng Ditandai Doa Bersama

Sutopo Purwo Nugroho

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masa evakuasi korban gempa 7,4 SR yang disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akan berakhir esok hari, Kamis (11/10). Penutupan akan ditandai dengan pelaksanaan doa bersama.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Doa bersama itu akan berlangsung di tiga titik, yaitu Petobo, Balaroa, dan Jono Oge di Kota Palu.

Dilakukannya doa tersebut di tiga tempat itu, sebab ketiga wilayah tersebut diketahui menjadi wilayah terjadinya fenomena alam likuifaksi akibat gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan laporan Kepala Desa setempat, ada 5.000 korban belum ditemukan dan diperkirakan tertimbun.

“Akan dilakukan doa bersama di sana di lokasi tersebut, Balaroa, Petobo dan Jono Oge,” ujar Sutopo dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (10/10).

Menurutnya, penyampaian penutupan secara resmi akan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola. “Pak Gubernur secara official akan menyampaikan. Kalau melihat rencana kan ada doa bersama,” kata dia.

Meski telah mengumumkan rencana doa bersama, dia belum mengetahui secara pasti waktu penutupan resmi masa evakuasi. Kemungkinan, akan dilakukan sore atau malam hari.

Saat pemberhentian masa evakuasi, relawan maupun warga yang masih ingin mencari anggota keluarga maupun kerabat masih tetap diperbolehkan. Hanya saja, Sutopo mengingatkan bahwa pengalaman tim SAR gabungan yang menemukan korban di ketiga lokasi itu, jenazahnya sudah tidak dapat dikenali.

“Kan kemarin saya sampaikan, (terkait) penanganan di Balaroa, Petobo, Jono Oge, korban kalau ditemukan kalau ditemukan kondisinya sudah melepuh dan sudah tidak dapat dikenali,” pungkasnya.

Sebagai informasi, data terakhir BNPB hari ini, Rabu (10/10) pukul 14.00 WIB mencatat sebanyak 2.045 korban meninggal dunia akibat bencana di Sulawesi Tengah. Masih ada 2.549 orang mengalami luka berat dan 8.130 orang luka ringan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, korban hilang sebanyak 671 orang.

Data pengungsi kini tercatat 82.775 orang dengan rincian 74.044 jiwa mengungsi di 112 titik di Palu dan Donggala, serta 8.731 jiwa di luar Sulawesi Tengah. (yes/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!