Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Sinjai Resmikan Tradisi Marimpa Salo – FAJAR –
Budaya & Pariwisata

Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Sinjai Resmikan Tradisi Marimpa Salo

FAJAR.CO.ID, SINJAI – Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa membuka tradisi adat Marimpa Salo yang di gelar di Desa Bua, Rabu (10/10) sore. Dalam tradisi adat tersebut juga digelar lomba rajut jala.

Diketahui Marimpa Salo adalah tradisi adat yang syarat akan nilai dan merupakan bagian dari pranata kebudayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Sinjai. Secara terminologi, Marimpa Salo adalah istilah yang memiliki makna menghalau ikan di sungai. Tradisi ini berawal ketika rakyat di Kedatuan Baringeng, mempersembahkan hasil tangkapan ikan nelayan yang melimpah kepada datu.

Tradisi adat ini sendiri dilaksanakan setiap tahun di dua desa yakni Desa Bua Kecamatan Tellu Limpoe dan Desa Sanjai Kecamatan Sinjai Timur. Dan tahun ini dilaksanakan di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe.

Hadir dalam tradisi adat tersebut, Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Sekretaris Kabupaten Sinjai Akbar Mukmin, Kasubdit Pengetahuan dan Ekspresi Budaya Tradisional Kemendikbud Sri Lestari Yati. Hadir juga mantan bupati Sinjai Andi Rudianto Asapa, mantan Wakil Bupati Sinjai Andi Fajar Yanwar, unsur Forkopimda dan jajaran OPD.

Kepala Desa Bua, Andi Azis Soi mengatakan, bahwa prosesi adat marimpa salo ini terlaksana atas kerja sama seluruh pihak. “Tradisi ini adalah syarat akan budaya kearifan lokal masyarakat pesisir Sinjai yang perlu dilestarikan untuk masa depan kebudayaan di Kabupaten Sinjai,” ujarnya.

Sementara, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa menjelaskan, tradisi adat ini sarat dengan makna dan nilai filosofi yang positif. Untuk itu, secara pribadi, ia mengucapkan terima kasih khususnya kepada pemerintah dan masyarakat Desa Bua atas terselenggaranya pesta adat marimpa salo ini.

“Sebagai warga Sinjai kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena daerah kita ini menyimpan banyak potensi budaya, yang apa bila dikemas dengan baik akan menjadi aset tidak bernilai harganya untuk membentuk karakter dan budi pekerti masyarakat yang tangguh serta dapat menjadi penopang dalam pengembangan industri parawisata,” terangnya. (egy/upeks)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!