Pura-pura Sebagai Keluarga Korban Gempa, Warga di Sidrap Diciduk Polisi – FAJAR –
Sulsel

Pura-pura Sebagai Keluarga Korban Gempa, Warga di Sidrap Diciduk Polisi

Konferensi Pers Pengungkapan Pelaku Penipuan Berkedok Kelurga Korban Gempa Palu (Foto:Syamsul Alam/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Patroli Cyber Satreskrim Polrestabes Makassar berhasil mengamankan pelaku penyebaran berita hoax yang berkedok meminta sumbangan untuk keluarganya yang menjadi korban gempa dan tsunami, di Palu Sulawesi Tengah.

Pelaku yang berinisial LR (41) ini meminta sumbangan dengan cara menyebarkan SMS ke korbannya. Isi SMS yang dikirim pelaku mengatasnamakan keluarga korban gempa dan tsunami di Palu, disertai nomor rekening.

Unit Cyber yang mendapatkan laporan dari warga, segera melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku yang berhasil dibekuk di Kabupaten Sidrap.

“Pelaku ternyata memanfaatkan situasi bencana alam, yang tentunya dengan latarbelakang ekonomi. Tersangka berupaya menyebarkan SMS ini dengan harapan mendapatkan perhatian dan simpati para korbannya,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono kepada awak media, Kamis (11/10/18).

Pelaku yang berprofesi sebagai petani ini, lanjut Wirdhanto, melakukan hal tersebut karena alasan gagal panen yang dialami selama dua tahun berturut-turut.

Saat melakukan aksinya, pelaku dilengkapi dengan beberapa peralatan seperti laptop, modem, ponsel, termasuk menyediakan rekening tampungan.”Rekening tampungan ini merupakan rekening BRI cabang Palu dan Donggala yang dibeli seharga 1 juta rupiah,”lanjutnya.

Ia menjelaskan, cara kerja pelaku dalam melakukan aksinya yaitu dengan menggunakan aplikasi SMS Caster. Dimana pelaku merangkai kata dan kemudian mengirimkan ke seluruh korbannya.

“Termasuk juga menggunakan modem supaya penebarannya lebih luas dan banyak. Dari hasil tersebut, tersangka menikmati uang korbannya sebanyak 10 juta rupiah. Tetapi kami akan terus menindak lanjuti kegiatan yang dilakukan tersangka ini,”jelasnya.

Atas aksi yang dilakukan, tersangka dipersangkakan Pasal 28 ayat 1 junto Pasal 45a UU RI tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah.(sul)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!