Fasilitas Minim, BNN Minta Dukungan Pemprov

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Korban penyalahgunaan narkotika di Sulsel semakin meningkat. Sayangnya, fasilitas yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan terbilang minim. Untuk itu, BNN Sulsel meminta dukungan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dalam memaksimalkan pencegahan narkoba. Begitupun dengan fasilitas yang dimiliki BNN, yang masih sangat minim untuk menangani korban penyalahgunaan narkoba. Kepala BNN Sulsel, Idris Kadir, mengatakan, untuk pencegahan narkoba, dibutuhkan penguatan dalam masyarakat, sosialisasi yang massif, hingga pembentukan relawan. Sinergitas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga sangat dibutuhkan. “Jumlah korban penyalahgunaan narkoba cukup banyak, sementara fasilitas yang kita miliki sangat minim. Di Baddoka, daya tampungnya terbatas, dan klinik yang ada di Kawasan Maccini Sombala of Indonesia sangat kecil,” kata Idris, saat bertemu Gubernur Sulsel, Kamis (11/10). Untuk mengatasi masalah tersebut, ia berharap Gubernur Sulsel bisa membantu dalam mengaktifkan pelayanan di puskesmas dan sejumlah rumah sakit milik pemerintah provinsi. Gedung yang ditempati BNN di Maccini Sombala juga kurang strategis. “Kami meminta dukungan dalam bentuk fasilitas dan tempat yang layak,” imbuhnya. Menanggapi permintaan Kepala BNN Sulsel Idris Kadir, Gubernur Sulsel langsung memerintahkan Penjabat Sekretaris Provinsi, Ashari Fakhsirie Radjamilo, untuk menindaklanjuti. Pemprov akan menyiapkan fasilitas dan tempat yang layak untuk BNN. Menurut Prof Nurdin, dalam pencegahan narkoba, dibutuhkan peran serta semua elemen masyarakat. Pemberantasan narkoba melalui penindakan, hanya memberikan efek jera sementara, tapi tidak menyelsaikan masalah secara keseluruhan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan