Kapal Puskesmas Keliling Terbalik di Anambas, 5 Penumpang Tewas – FAJAR –
Daerah

Kapal Puskesmas Keliling Terbalik di Anambas, 5 Penumpang Tewas

Upaya pencarian penumpang kapal puskesmas keliling yang terbalik di perairan Anambas, Kepri, Jumat dini hari (10/12). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, ANAMBAS – Kecelakaan laut yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis malam (11/10), merenggut korban jiwa. Lima dari 11 penumpang kapal yang diketahui adalah speed boat puskesmas keliling itu tewas.

Kabid Humas Polda Kepri Kombespol S Erlangga menjelaskan, saat ini semua korban sudah mendapat penanganan pihak terkait. Termasuk juga prosesi pemakaman korban meninggal. “Korban sudah dimakamkan setelah dilakukan visum,” jelas Erlangga.

Lima korban tewas dalam kecelakaan itu antara lain, Azhar, 30; Varendra Pradipta, 1; Najwa (putri Azhar), 5; Rindang Melisa, 27; dan Rohidah, 25. Sedangkan korban yang selamat selamat yaitu Yuliana (istri Azhar), 31; Fatra (putra Azhar), 2; Eko, 33; Sari Dewi, 22; Ibrahim; dan Kartini, 52.

Eko, salah seorang korban yang selamat menceritakan kepada polisi, speed boat berlayar dari Pulau Terempa menuju Pulau Nyamuk, Anambas. Setengah jam perjalanan atau sekitar pukul 19.00 WIB, speed boat sampai di daerah perairan Batu Belah.

Di perairan tersebut, terdapat tiang penunjuk jalur pelayaran. Arus lautnya cukup deras. Saking kuatnya arus, kapal tersebut akhirnya terbalik. “Speed boat terbalik ke kiri. Korban yang selamat menjadikan kapal sebagai pelampung untuk bertahan,” kata Erlangga meneruskan keterangan Eko.

Tim yang mendapat informasi adanya kecelakaan ini sekitar pukul 22.00 WIB, langsung melakukan pertolongan. Hingga Jumat dini hari (12/10), pukul 03.00 WIB, dua korban belum ditemukan.

Pencarian dua korban berlangsung hingga Jumat pagi. Kedua korban yang sempat hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas.

Terkait dengan kondisi perairan Kepri yang cukup membahayakan akhir-akhir ini, Erlangga mengimbau kepada masyarakat agar mencari informasi perkembangan cuaca dari BMKG. Dia juga mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi prosedur ketika melakukan perjalanan laut. Salah satunya adalah penggunaan rompi keselamatan.

“Masyarakat harus mematuhi imbauan BMKG. Kalau memang tidak kondusif jangan dulu berlayar,” lanjut perwira polisi dengan tiga melati di pundak tersebut. (bbi/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!