Ranah Minang Dikepung Bencana, 6 Kabupaten Dihantam Banjir dan Longsor – FAJAR –
Daerah

Ranah Minang Dikepung Bencana, 6 Kabupaten Dihantam Banjir dan Longsor

AIR MELUAP: Banjir merendam sejumlah rumah di Kabupaten Pasaman, Sumbar (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, PASAMAN – Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat (Sumbar) sejak sepekan terakhir berujung bencana. Enam kabupaten dilaporkan dihantam banjir dan longsor sepanjang Kamis hingga Jumat (11-12/10) dini hari.

Masing-masing daerah yang diterpa banjir dan longsor antara lain, Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar.

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, banjir di Kabupaten Pasaman Barat dipicu meluapnya aliran batang Pasaman. Akibatnya, sejumlah kecamatan direndam air bah. Bahkan, ketinggian air mencapai dua meter pada Kamis (11/10) sekitar pukul 22.30 WIB. Kondisi juga menyebabkan arus transportasi dari arah Simpang Empat menuju Ujung Gading terputus.

Kemudian di Kabupaten Pasaman, banjir menghantam wilayah Kecamatan Bonjol akibat luapan aliran sungai Masang. Sedikitnya selain Bonjol, terdapat lima kecamatan yang direndam banjir di Pasaman. Masing-masing, Kecamatan Rao Utara, Rao Selatan, Rao, Mapatunggul dan Panti. Ratusan rumah juga direndam air dengan ketinggian bervariasi.

“Seluruh personel BPBD gabungan setempat sudah bergerak melakukan evakuasi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan LogistikBPBD Sumbar Rumainur, Kamis (11/10) malam.

Di Kabupaten Pesisir Selatan, puluhan rumah di Kecamatan Sutera juga direndam banjir. Rata-rata ketinggian air mencapai lutut pria dewasa. Diduga, banjir terjadi akibat luapan irigasi yang tak mampu menampung debit air akibat tingginya curah hujan. Selain itu air juga menggenang rumah warga di kawasan Painan.

Di Kabupaten Padang Pariaman, curah hujan yang tinggi juga memicu terjadinya longsor. Satu unit rumah dilaporkan tertimpa longsor di kawasan Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung.

Kabupaten Lima Puluh Kota juga dihantam banjir. Sejumlah rumah di Kecamatan Suliki direndam banjir dan juga terjadi bencana longsor di Lareh Sago. “Ada ternak penduduk yang kena, korban tidak ada. hujan sudah mulai reda sejak pukul 10 malam,” kata Kepala BPBD Lima Pulu Kota Joni Amir.

Selanjutnya, bencana longsor dan banjir bandang juga menghantam Nagari Tanjuang Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Dilaporkan ada sejumlah warga meninggal dan sebagian juga dalam pencarian. Selain itu, banjir bandang di Tanah Datar juga merusak satu unit jembatan dan rumah warga.

Sejauh ini, BPBD Sumbar masih melakukan pendataan baik terkait dengan infrastruktur yang rusak dan jumlah pasti korban jiwa. Pasalnya petugas masih melakukan pendataan di lapangan. “Kita masih tunggu laporan resmi BPBD,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur.

Sebelumnya, Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun BIM Kabupaten Padang Pariaman memprediksi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terus terjadi di sejumlah daerah Sumbar hingga akhir November mendatang.

Kondisi cuaca tersebut, berpotensi terjadinya bencana di titik yang rawan longsor dan banjir.

Sejumlah daerah yang diprediksi bakal diguyur hujan antara lain, Padang, daerah Pesisir dan tengah Sumbar. Seperti, Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Solok, Pasaman, Tanah Datar dan sekitarnya.

(rcc/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!