Sutopo BNPB: Kebanyakan Relawan Asing Pakai Visa Turis Dan Tidak Koordinasi – FAJAR –
Nasional

Sutopo BNPB: Kebanyakan Relawan Asing Pakai Visa Turis Dan Tidak Koordinasi

Sutopo Purwo Nugroho

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – 15 relawan asing yang tiba di Palu, Sulawesi Tengah, terpaksa harus kembali ke negaranya. Mereka dipulangkan lantaran menyalahi prosedur yang berlaku.

Demikian penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi, Jumat (12/10).

Sutopo mengatakan, relawan asing yang akan datang ke Palu harus melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Relawan asing yang datang ke Palu tanpa melaporkan dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) diminta untuk melaporkan lebih dahulu,” terangnya.

Keberadaan relawan asing tidak masalah jika memenuhi kriteria dan prosedur yang disyaratkan.

“Mereka tetap bisa bekerja di Palu. Tapi yang tidak memenuhi ketentuan maka diminta melaporkan dulu,” lanjutnya.

Sutopo menyayangkan kebanyakan relawan asing tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu, dan datang tanpa keahlian yang diperlukan serta menggunakan visa turis.

“Kebanyakan mereka tiba-tiba datang ke Palu. Ada yang perorangan, ada yang dari Non Goverment Organization (NGO) asing, menggunakan visa turis dan tanpa keahlian yang diperlukan sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia,” paparnya.

Ia menegaskan, bantuan yang diperlukan pemerintah Indonesia di Sulteng saat ini hanya empat, yaitu transportasi udara, water treatment, genset dan tenda.

“Relawan asing kebanyakan adalah SAR. Malah juga ada yang tidak dapat menunjukkan keahliannya apa. Apalagi evakuasi dan SAR dihentikan secara resmi pada 12 Oktober 2018,” tegas Sutopo.

“Kami prinsipnya terima kasih dibantu tapi harus memenuhi persyaratan. Di negara lain yang terjadi bencana pemerintahnya juga memberlakukan persyaratan yang sama,” tandasnya.

Dilansir dari Deutsche Welle, relawan yang tergabung dalam LSM Afrika Selatan, Give of the Givers, Ahmed Bham mendengar kabar relawan asing dari Urban Search and Rescue Team (USAR) mendapat pesan dari pemerintah Indonesia untuk tidak memasuki daerah bencana dan menghentikan aktivitas pencarian korban.

Direktur World Vision Australia, Tim Costello menyebut moral para relawan yang terusir itu hancur dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini dinilai sangat membingungkan.[wid/rmol]

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!