13 Formasi CPNS Sepi Pendaftar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ribuan pendaftar meramaikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Pemprov Sulsel. Namun hingga Senin (15/10) pukul 23.59 Wita, ada 13 formasi yang sepi pendaftar.Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Irwan Syah menyebut, hingga sore kemarin pukul 17.00 Wita, jumlah pendaftar mencapai 8.213 orang. Terdiri dari formasi 2.470 orang, kesehatan 2.997 orang dan teknis 2.746 orang.“Ini hampir rata di atas dua ribu semua, tapi masih didominasi jumlah tenaga kesehatan,” kata Irwansyah Senin,(15/10).Hanya saja, lanjut Irwansyah, jumlah pendaftar ini dinilai masih sangat sedikit dibanding jumlah pelamar CPNS pada 2014 silam.“Ini masih sedikit dibanding tahun 2014 sebelumnya. Bahkan dulu yang cuma 141 kuota, mereka bisa sampai 20 ribu pelamar,” kata Irwan, sapaan akrab Irwansyah.Hingga saat ini, tambahnya, masih ada satu kuota yang kosong tanpa pendaftar. Yakni guru SLB yang diperuntukkan bagi honorer K2. Sebenarnya, kuota itu disiapkan bagi salah seorang pendaftar yang lulus pada penerimaan CPNS 2014 silam. Namun karena yang bersangkutan sedang sakit pada waktu itu, kuotanya tidak terisi.Pada penerimaan CPNS tahun ini, Pemprov Sulsel juga membuka peluang bagi pendaftar tersebut untuk mengisi formasi. Namun sayang, yang bersangkutan tak kunjung mendaftarkan diri. Pelamar umum yang lain pun tak ada yang mendaftar untuk formasi itu.“Kalau tidak ada daftar, ya kosong. Kuotanya dikembalikan ke pusat,” ungkapnya.Selain satu formasi yang kosong tersebut, sejumlah kuota untuk dokter spesialis di beberapa rumah sakit daerah juga banyak yang minim. Malah ada 13 di antaranya yang tanpa pendaftar. Dokter spesialis jiwa RSUD Haji dengan formasi dua orang, tidak ada pendaftar. Demikian pula dokter spesialis bedah Mulut RSUD Haji satu formasi, juga tidak ada pendaftar.Spesialis paru RSUD Labuang Baji satu formasi, hanya satu pendaftar. Dokter spesialis urologi RSUD Labuang Baji satu formasi, tidak ada pendaftar. Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi RSUD Haji dua formasi, tidak ada pendaftar.Dokter spesialis radiologi RSUD Haji dua formasi, satu pelamar. Dokter spesialis saraf RSUD Haji satu formasi, satu pelamar. Dokter spesialis jantung RSUD Labuang Baji satu formasi, satu pelamar. Dokter spesialis patologi anatomi RSUD Haji satu formasi, satu pelamar. Dokter spesialis anak RSUD Haji dua formasi, satu pelamar. Dokter spesialis forensik RSUD Haji satu formasi, tidak ada pelamar.D3 fisioterapi khusus penyandang disabilitas RS Dadi satu formasi, tidak ada pelamar. Dokter spesialis jantung RSUD Haji satu formasi, pelamar tidak ada.Dokter spesialis bedah umum RSUD Labuang Baji satu formasi, pendaftar kosong. Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Haji satu formasi, pendaftar tidak ada. Dokter spesialis rehabilitasi medik RSUD Haji satu formasi, tidak ada pelamar. Dokter spesialis anastesi RSUD Haji satu formasi, pelamar tidak ada D3 analisis khusus peyandang disabilitas RSKD Dadi formasi dua, pelamar tidak ada.Di bagian lain, ada beberapa formasi yang pendaftarnya cukup banyak. Yang terbanyak adalah D3 Keperawatan RSUD Haji, pendaftar 1052 orang, sementara kuota 24 orang. D3 Keperawatan RSKD Dadi, pendaftar 913 orang, kuota 22 orang.D3 keperawatan RSIA Pertiwi sebanyak empat formasi, 191 pendaftar. Manajemen Keuangan Biro Umum dua formasi, 228 pelamar.Setelah proses pendaftaran ditutup, BKD akan merampungkan proses verifikasi berkas yang telah diupload oleh pendaftar. Untuk melancarkan proses verifikasi, Irwan melibatkan 20 pegawainya yang bekerja siang hingga malam.“Verifikasi sudah dilakukan minggu lalu. Kita akan lakukan sampai tanggal 20 Oktober. Kalau yang tidak lulus berkas, pasti ada,” kata Irwan saat ditemui di ruang kerjanya.Pengumuman yang tidak lulus berkas akan disampaikan langsung ke masing-masing peserta lewat akun pendaftaran. Jika tak lulus berkas, BKD akan menyertakan alasan peserta lolos verifikasi.Setelah pengumuman verifikasi berkas, peserta bisa langsung mencetak kartu tes. Untuk jadwal dan lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).“Kalau selesai verifikasi kita serahkan semua ke BKN. Untuk lokasi tes CPNS Pemprov kemungkinan dilakukan di Kantor Regional BKN IV. Nanti jadwalnya juga dari sana,” jelas Irwan.Irwan menyebutkan, selama proses pendaftaran berlangsung, keluhan yang paling banyak diterima pihaknya terkait kesulitan akses atau mengupload berkas oleh pendaftar. Selain itu, ada beberapa pelamar yang masih membawa berkas untuk dikumpulkan ke BKD.“Ada beberapa pelamar yang masih datang ke sini untuk kumpulkan berkas, padahal semuanya dilakukan online. Memang ada daerah dan instansi yang melakukan verifikasi manual. Kalau keluhan, kita banyak terima lewat email dan kita balas langsung lewat email juga,” ungkap Irwan.Pemprov Sulsel membuka 401 formasi CPNS 2018. Formasi ini terdiri dari dua kategori, yakni formasi khusus masing-masing lulusan cumlaude sebanyak 12 formasi, disabilitas empat formasi, dan eks tenaga honorer K2 1 formasi. Sementara untuk formasi umum, tenaga guru sebanyak 184 formasi, kesehatan 124 dan tenaga teknis 76 formasi.Di Pemkot Makassar, pendaftar CPNS hingga kemarin tercatat sebanyak 10.042. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rakhman mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah hingga penutupan pendaftaran hingga Senin malam (15/10) pukul 23.59 Wita. Pendaftar lebih didominasi pada formasi guru dan kebidanan. Sedangkan yang paling adalah formasi dokter umum dan dokter gigi.Basri juga menambahkan, dari semua pendaftar, pihaknya telah melakukan verifikasi sebanyak 8.000 pendaftar. Sudah ada 300 atau 2,5 persen lebih dinyatakan tidak lulus verifikasi.“Yang tidak lulus verifikasi tentu ada. Dari 8.000-an sudah terverifikasi, yang tidak lulus verifikasi sekitar 300 pendaftar atau lebih 2,5 persen. Alasannya karena jurusan yang tidak sesuai,” katanya.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makasaar Hasbi, mengakui jika memang ada himbauan dari kementerian untuk tidak lagi mengangkat guru honor. Hal ini disebabkan karena pemerintah saat ini sedang mengisi kekurangan guru yang ada melalui CPNS.Jika formasi guru telah terbentuk melalui CPNS ini, maka kepala sekolah tak boleh lagi meng-SK-kan guru honor baru. Karena ditakutkan jumlah guru nantinya malah akan berlebih.“Saat ini kan pemerintah lagi menggodok pengangkatan guru untuk mengisi kekosongan yang ada. Jadi mulai saat ini tidak boleh lagi kepala sekolah mengangkat guru honor. Apalagi kalau guru sudah terangkat nantinya melalui penerimaan CPNS ini, tidak boleh lagi meng-SK-kan guru gonor baru,” jelas Hasbi.Hasbi juga menjelaskan akan ketakutan pemerintah jika guru honorer terus diangkat. Misalnya saja jika kepala sekolah terus menugaskan guru honorer, dikhawatirkan suatu saat para guru honorer ini menuntut gaji. Sedangkan anggaran dana terkait hal tersebut terbatas.“Kalau kepala sekolah terus-menerus menugaskan guru honorer, nanti mereka menuntut gaji dari ABBD dan dari dana BOS. Sementara APBD dan dana BOS sekarang terbatas,” tandas Hasbi. (rhm-nug/bkm/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ribuan pendaftar meramaikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Pemprov Sulsel. Namun hingga Senin (15/10) pukul 23.59 Wita, ada 13 formasi yang sepi pendaftar.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Irwan Syah menyebut, hingga sore kemarin pukul 17.00 Wita, jumlah pendaftar mencapai 8.213 orang. Terdiri dari formasi 2.470 orang, kesehatan 2.997 orang dan teknis 2.746 orang.

“Ini hampir rata di atas dua ribu semua, tapi masih didominasi jumlah tenaga kesehatan,” kata Irwansyah Senin,(15/10).

Hanya saja, lanjut Irwansyah, jumlah pendaftar ini dinilai masih sangat sedikit dibanding jumlah pelamar CPNS pada 2014 silam.

“Ini masih sedikit dibanding tahun 2014 sebelumnya. Bahkan dulu yang cuma 141 kuota, mereka bisa sampai 20 ribu pelamar,” kata Irwan, sapaan akrab Irwansyah.

Hingga saat ini, tambahnya, masih ada satu kuota yang kosong tanpa pendaftar. Yakni guru SLB yang diperuntukkan bagi honorer K2. Sebenarnya, kuota itu disiapkan bagi salah seorang pendaftar yang lulus pada penerimaan CPNS 2014 silam. Namun karena yang bersangkutan sedang sakit pada waktu itu, kuotanya tidak terisi.

Pada penerimaan CPNS tahun ini, Pemprov Sulsel juga membuka peluang bagi pendaftar tersebut untuk mengisi formasi. Namun sayang, yang bersangkutan tak kunjung mendaftarkan diri. Pelamar umum yang lain pun tak ada yang mendaftar untuk formasi itu.

“Kalau tidak ada daftar, ya kosong. Kuotanya dikembalikan ke pusat,” ungkapnya.

Selain satu formasi yang kosong tersebut, sejumlah kuota untuk dokter spesialis di beberapa rumah sakit daerah juga banyak yang minim. Malah ada 13 di antaranya yang tanpa pendaftar.
Dokter spesialis jiwa RSUD Haji dengan formasi dua orang, tidak ada pendaftar. Demikian pula dokter spesialis bedah Mulut RSUD Haji satu formasi, juga tidak ada pendaftar.

Spesialis paru RSUD Labuang Baji satu formasi, hanya satu pendaftar. Dokter spesialis urologi RSUD Labuang Baji satu formasi, tidak ada pendaftar. Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi RSUD Haji dua formasi, tidak ada pendaftar.

Dokter spesialis radiologi RSUD Haji dua formasi, satu pelamar. Dokter spesialis saraf RSUD Haji satu formasi, satu pelamar. Dokter spesialis jantung RSUD Labuang Baji satu formasi, satu pelamar.
Dokter spesialis patologi anatomi RSUD Haji satu formasi, satu pelamar. Dokter spesialis anak RSUD Haji dua formasi, satu pelamar. Dokter spesialis forensik RSUD Haji satu formasi, tidak ada pelamar.

D3 fisioterapi khusus penyandang disabilitas RS Dadi satu formasi, tidak ada pelamar. Dokter spesialis jantung RSUD Haji satu formasi, pelamar tidak ada.

Dokter spesialis bedah umum RSUD Labuang Baji satu formasi, pendaftar kosong. Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Haji satu formasi, pendaftar tidak ada. Dokter spesialis rehabilitasi medik RSUD Haji satu formasi, tidak ada pelamar. Dokter spesialis anastesi RSUD Haji satu formasi, pelamar tidak ada D3 analisis khusus peyandang disabilitas RSKD Dadi formasi dua, pelamar tidak ada.

Di bagian lain, ada beberapa formasi yang pendaftarnya cukup banyak. Yang terbanyak adalah D3 Keperawatan RSUD Haji, pendaftar 1052 orang, sementara kuota 24 orang. D3 Keperawatan RSKD Dadi, pendaftar 913 orang, kuota 22 orang.

D3 keperawatan RSIA Pertiwi sebanyak empat formasi, 191 pendaftar. Manajemen Keuangan Biro Umum dua formasi, 228 pelamar.

Setelah proses pendaftaran ditutup, BKD akan merampungkan proses verifikasi berkas yang telah diupload oleh pendaftar. Untuk melancarkan proses verifikasi, Irwan melibatkan 20 pegawainya yang bekerja siang hingga malam.

“Verifikasi sudah dilakukan minggu lalu. Kita akan lakukan sampai tanggal 20 Oktober. Kalau yang tidak lulus berkas, pasti ada,” kata Irwan saat ditemui di ruang kerjanya.

Pengumuman yang tidak lulus berkas akan disampaikan langsung ke masing-masing peserta lewat akun pendaftaran. Jika tak lulus berkas, BKD akan menyertakan alasan peserta lolos verifikasi.

Setelah pengumuman verifikasi berkas, peserta bisa langsung mencetak kartu tes. Untuk jadwal dan lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kalau selesai verifikasi kita serahkan semua ke BKN. Untuk lokasi tes CPNS Pemprov kemungkinan dilakukan di Kantor Regional BKN IV. Nanti jadwalnya juga dari sana,” jelas Irwan.

Irwan menyebutkan, selama proses pendaftaran berlangsung, keluhan yang paling banyak diterima pihaknya terkait kesulitan akses atau mengupload berkas oleh pendaftar. Selain itu, ada beberapa pelamar yang masih membawa berkas untuk dikumpulkan ke BKD.

“Ada beberapa pelamar yang masih datang ke sini untuk kumpulkan berkas, padahal semuanya dilakukan online. Memang ada daerah dan instansi yang melakukan verifikasi manual. Kalau keluhan, kita banyak terima lewat email dan kita balas langsung lewat email juga,” ungkap Irwan.

Pemprov Sulsel membuka 401 formasi CPNS 2018. Formasi ini terdiri dari dua kategori, yakni formasi khusus masing-masing lulusan cumlaude sebanyak 12 formasi, disabilitas empat formasi, dan eks tenaga honorer K2 1 formasi. Sementara untuk formasi umum, tenaga guru sebanyak 184 formasi, kesehatan 124 dan tenaga teknis 76 formasi.

Di Pemkot Makassar, pendaftar CPNS hingga kemarin tercatat sebanyak 10.042. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rakhman mengatakan, jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah hingga penutupan pendaftaran hingga Senin malam (15/10) pukul 23.59 Wita.
Pendaftar lebih didominasi pada formasi guru dan kebidanan. Sedangkan yang paling adalah formasi dokter umum dan dokter gigi.

Basri juga menambahkan, dari semua pendaftar, pihaknya telah melakukan verifikasi sebanyak 8.000 pendaftar. Sudah ada 300 atau 2,5 persen lebih dinyatakan tidak lulus verifikasi.

“Yang tidak lulus verifikasi tentu ada. Dari 8.000-an sudah terverifikasi, yang tidak lulus verifikasi sekitar 300 pendaftar atau lebih 2,5 persen. Alasannya karena jurusan yang tidak sesuai,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makasaar Hasbi, mengakui jika memang ada himbauan dari kementerian untuk tidak lagi mengangkat guru honor. Hal ini disebabkan karena pemerintah saat ini sedang mengisi kekurangan guru yang ada melalui CPNS.

Jika formasi guru telah terbentuk melalui CPNS ini, maka kepala sekolah tak boleh lagi meng-SK-kan guru honor baru. Karena ditakutkan jumlah guru nantinya malah akan berlebih.

“Saat ini kan pemerintah lagi menggodok pengangkatan guru untuk mengisi kekosongan yang ada. Jadi mulai saat ini tidak boleh lagi kepala sekolah mengangkat guru honor. Apalagi kalau guru sudah terangkat nantinya melalui penerimaan CPNS ini, tidak boleh lagi meng-SK-kan guru gonor baru,” jelas Hasbi.

Hasbi juga menjelaskan akan ketakutan pemerintah jika guru honorer terus diangkat. Misalnya saja jika kepala sekolah terus menugaskan guru honorer, dikhawatirkan suatu saat para guru honorer ini menuntut gaji. Sedangkan anggaran dana terkait hal tersebut terbatas.

“Kalau kepala sekolah terus-menerus menugaskan guru honorer, nanti mereka menuntut gaji dari ABBD dan dari dana BOS. Sementara APBD dan dana BOS sekarang terbatas,” tandas Hasbi. (rhm-nug/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...