Ada Oknum Calo CPNS Catut Nama Bupati Sidrap

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 WIB

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali dicemari oleh ulah oknum calo. Berbagai cara pun dilakukan demi meraih simpati korbannya termasuk mencatut nama pejabat tinggi.

Seorang warga Rappang Kabupaten Sidrap baru-baru ini mengaku ada oknum calo yang telah menghubunginya. Melalui keluarganya, Darmin (45) menyebut oknum calo CPNS itu mengaku bisa meloloskan peserta menjadi PNS.

Untuk menyakinkan calon korbannya, sebut Darmin, berbagai cara dilakukan untuk lebih memperdaya sasarannya. Bahkan turut mencatut nama Bupati Sidrap terpilih priode 2018 H Dollah Mando.

“Keluarga saya ditawari akan lulus PNS. Akan tetapi harus bayar Rp200 juta. Tapi yang menawarkan orangnya saya tidak kenal,”kata Darmin, Senin (15/10) kemarin.

Selain meminta dana Rp 200 juta, calo juga meminta jaminan berupa sertifikat tanah. “Dia juga minta surat sertifikat tanah sebagai jaminan pengganti jika dana tunai belum siap,”kata dia.

Plt Bupati Sidrap H Dollah Mando yang juga Bupati terpilih periode 2018-2023 kemarin melalui anaknya, Soetarmi membantah ada suruhan H. Dollah Mando untuk mencari CPNS dan memanfaatkan hal tersebut.

Bahkan, Soetarmi meminta kepada pendaftar CPNS dan juga masyarakat agar tak segan melaporkan ke pihak berwajib jika memang sudah ada yang mencatut nama Bupati Sidrap yang baru.

“Laporkan saja itu. Calo itu perusak nama baik seseorang, itu tidak benar sama sekali,” tegas Tarmi panggilan akrabnya Soetarmi.

“Kalau ada yang bilang atau mencatut nama Bupati itu bohong besar. Sekali lagi itu tidak benar dan itu bohong besar,” kata Tarmi.

Soetarmi mengimbau kepada masyarakat Sidrap dan sekitarnya, khususnya bagi para peserta CPNS tahun 2018, agar tidak percaya jika ada orang yang mengaku dapat meloloskan menjadi PNS. ”Jangan percaya, apalagi yang mencatut nama Bupati. Itu bohong besar,” tegasnya.

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan, SIK, MH, yang dikonfirmasi Senin kemarin juga menghimbau pada masyarakat terutama pada CPNS yang mendaftar untuk tidak mempercayai oknum-oknum yang mencatut nama pejabat atau mengaku mampu meluluskan menjadi PNS.

“Itu adalah penipuan kalau ada seperti itu, sekarang perekrutan CPNS sudah akuntabel, transparan dan profesional. Tidak ada lagi jamannya membayar untuk kelulusan. Semua sistem kemampuan perorangan, disertai usaha dan doa,”tegasnya.

Kalau ada yang membujuk seperti itu, diminta untuk melapor segera. “Tolong dilaporkan ke kami dan kita tindak lanjuti,”tandasnya. (ady/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.