Tim Peti Tegur Penambang Liar di 12 Area

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA — 12 titik penambangan ilegal mulai ditindaki Tim terpadu Penertiban Penambangan Tanpa Izin (Peti) Kabupaten Gowa, di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Untuk saat ini, penindakan baru sebatas teguran untuk para penambang.

Tim terpadu yang digawangi aparat pemerintah dan aparat instansi vertikal terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, dan dinas perhubungan ini, mulai bergerak pada Kamis siang (18/10). Namun belum melakukan penertiban.

Tim baru melakukan sosialisasi sebagai upaya teguran bagi para penambang baik kepada penambang yang memiliki izin, izinnya sudah mati terlebih bagi penambang ilegal alias tak punya izin.

Kasat Pol PP Gowa, Alimuddin Tiro yang memimpin kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan teguran serta surat edaran Pemkab Gowa kepada para pemilik tambang terkait izin operasi.

”Kami mengunjungi empat lokasi tambang yang ada di wilayah Parangloe. Jadi kami memberikan surat edaran yang isinya terkait surat izin para penambang. Namun selain kami mensosialisasikan surat edaran ini, kami juga menemukan ada yang tidak mengantongi izin (ilegal) dan izinnya sudah tidak berlaku lagi,” katanya.

Kunjungan awal tim Peti ini baru menyasar empat lokasi tambang. Dari empat lokasi tambang yang dikunjungi tim Peti, dua di antaranya adalah milik Perusahaan Daerah (Perusda) Gowa yang berlokasi di Desa Lonjoboko dan Kelurahan Lanna.

Sementara dua lokasi lagi ditemukan tak mengantongi izin yakni tambang milik H Bahar di wilayah Kabbasa dan satunya lagi milik Akbar Kadir pernah miliki izin namun sudah habis masa izinnya.

Di tempat yang sama, Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa, mengatakan, jajaran Polres Gowa ikut hadir dalam sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari agenda tim terpadu dalam penertiban tambang ilegal.

”Sebagai salah satu bagian dari tim yang dibentuk Pemkab Gowa, kami dari kepolisian akan turun bersama-sama menertibkan maraknya penambangan ilegal yang terjadi di Kabupaten Gowa selama ini,” kata Kompol Muh Fajri Mustafa.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan aktivitas tambang liar ini sangat meresahkan dan harus ditertibkan.

”Setelah kita lakukan sosialisasi dan surat edaran sudah di tangan para pemilik tambang, maka tidak ada lagi aktivitas tambang liar. Kalau masih ada yang kita temukan akan ditindak tegas dan diproses secara hukum,” kata Adnan. (sar/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...