Benarkah Doyan Makan Kerupuk Bisa Picu Obesitas? Ini Kata Ahli Gizi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LAMONGAN – Siapa tak suka kerupuk? Makanan kriuk-kriuk yang satu ini hampir disukai segala usia bahkan membuat ketagihan. Ada anggapan yang mengatakan, ringannya kerupuk bisa membuat seseorang melayang jika terlalu banyak mengonsumsinya.

Belajar dari kisah yang dialami remaja asal Lamongan bernama Selvia Dwi Susanti, 15 th. Bayangkan saja, bobot Selvia telah mencapai 179 kilogram. Bahkan kesulitan beraktivitas karena terlalu berat, Selvia berhenti sekolah. Dirinya malu dan enggan bersekolah sejak duduk di bangku kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah).

Menurut keluarganya, Selvia gemar makan kerupuk. Akan tetapi benarkah mengemil kerupuk bisa memicu tubuh seseorang obesitas?

Nutrition Expert YOUVIT, Rachel Olsen menjelaskan bahan dasar kerupuk terbuat dari tepung yang digoreng, makanya kalorinya juga sangat tinggi. Namun kerupuk bisa memicu obesitas juga tergantung seberapa sering dikonsumsi dan menggunakan tambahan makanan apa saat mengonsumsi kerupuk.

“Tapi tergantung apa yang dimakan dengan kerupuk. Misalnya, saya juga suka kerupuk, tapi saya makan kerupuk dengan gado-gado lalu enggak pakai nasi,” katanya kepada JawaPos.com dalam diskusi YOUVIT Media & Community Fit Day, Senin (22/10).

Perlu diketahui, 1 kerupuk bisa lebih dari 100 kalori. Jika makan gado-gado tanpa nasi dengan kerupuk, kalori yang dikonsumsi mencapai 350 kalori. Sedangkan kebutuhan kalori seseorang sehari rata-rata 1500 kalori.

“Nah berbeda hitungannya jika dibanding kita makan sepiring nasi ada ayamnya, dengan ditambah kerupuk bisa 600 kalori sendiri di satu piring. Kalau 3 kali makan, berarti sudah melebihi kalori sehari, apalagi jika makan yang lain atau makan kerupuk sendiri,” jelas Rachel.

Kesimpulannya, kata dia, kerupuk tak bahaya asalkan jika dimakan dengan porsi yang pas. Maka Rachel menegaskan agar masyarakat mengikuti pola makan sesuai arahan pemerintah berupa Piring Makanku yang membagi porsi karbo, sayur, buah dan lauk pauk dengan porsi yang pas.

“Supaya enggak malu atau minder karena obesitas, seseorang harus peduli dulu dengan kesehatannya. Kalau enggak ada kemauan itu akan susah,” tukasnya.

(ika/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...