Kader PAN Ogah Kampanye, Pengamat: Kubu Oposisi Makin Tidak Solid

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dugaan perpecahan di tubuh koalisi partai pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin jelas.

Belakangan muncul pernyataan kader Partai Amanat Nasional (PAN) di beberapa daerah yang enggan berkampanye untuk Prabowo-Sandi. Mereka memilih fokus pada kampanye legislatif.

Pengamat politik dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Sidhha melihat bahwa sikap sejumlah calon anggota legislatif PAN yang tidak mendukung secara penuh pasangan Prabowo-Sandi merupakan indikasi nyata bahwa Koalisi Indonesia Adil Makmur tidak solid.

“Itu jelas memperlihatkan tidak solid kubu oposisi dalam pencapresan,” katanya kepada wartawan, Senin (22/10).

Menurut Arlan, rentannya soliditas partai pendukung Prabowo-Sandi jelas akan menguntungkan kubu petahanan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Jika ada caleg enggan mengkampanyekan pasangan capres ini (Prabowo-Sandi) tentu sebuah blunder,” ujarnya.

Boleh jadi keengganan PAN mengkampanyekan Prabowo juga karena secara politik mereka tidak punya capres atau cawapres dari internal. Mengingat, pasangan capres yang diusung koalisi sama-sama dari Partai Gerindra.

Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menambahkan, keengganan caleg PAN berkampanye untuk Prabowo-Sandi merupakan efek dari sistem Pemilu 2019. Sistem mengagendakan mekanisme pemilihan presiden, DPR, DPD secara serentak.

“Ini salah satu persoalan dalam pemilu serentak,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat partai berpegang pada agendanya masing-masing.

“Itu merupakan dinamika politik elektoral,” imbuh Karyono. [nes/rmol]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...