Permasalahan Keluarga Diduga Penyebab Otak Pembakar Rumah di Tunumbu Bunuh Diri

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Akbar Daeng Ampu (32), yang merupakan otak dari pembakaran rumah dan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Senin, 6 Agustus lalu, meninggal dunia sekira pukul 09.00 Wita pagi.

Saat itu, petugas hendak membangunkan Ampu untuk sarapan pagi. Namun, petugas malah menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Mendapatkan korban dalam keadaan tidak bernyawa, pihak Lapas Klas I Makassar melakukan koordinasi dengan kepolisian. Selanjutnya, Polrestabes Makassar dan Polsek Rappocini melakukan olah TKP. Dan dugaan sementara, korban meninggal dunia karena bunuh diri.

“Keterangan beberapa saksi, petugas, termasuk juga napi yang berada di dalam lapas atau satu ruangannya, bahwa korban mengalami depresi atau tekanan psikis yang berkaitan dengan permasalahan keluarga atau permasalahan yang lain yang dialami oleh korban,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhnato Hadicaksono usai gelar TKP di Lapas Klas I Makassar.

Ia menjelaskan, korban bunuh diri dengan menggunakan rantai pada borgol. Saat ini korban sudah menuju ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum.

“Korban bunuh diri dengan cara melilit rantai borgol. Dan ditemukan luka lilitan pada leher, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”bebernya.

Wirdhnato mengatakan bahwa Ampu merupakan tahanan memiliki pengaruh yang cukup kuat. Selain itu, Ampuh tercatat memiliki sejumlah pelanggaran di Lapas dengan melawan petugas.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Kalapas Makassar, alasan korban berada di ruang isolasi karena korban pernah melakukan sejumlah pelanggaran di lapas termasuk melawan petugas dan memiliki pengaruh yang cukup kuat diantara para napi yang lain, sehingga dilakukan penempatan yang terpisah atau diruang isolasi,”jelas Wirdhnato.(sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.