Sidang Zumi Zola Ditunda, Pengacara: Kondisinya Tengah Sakit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan pemberian suap dan penerimaan gratifikasi yang menjadikan Gubernur Jambi Nonaktif Zumi Zola sebagai terdakwa digelar hari ini, Senin (20/10). Semula, ada dua agenda sidang, yakni pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terdakwa Zumi Zola.

Pengacara Zumi, Fahrizi mengutip Majelis Hakim Tipikor agenda memeriksa Zumi ditunda lantaran diketahui Zumi tengah sakit. Dalam persidangan, kata Fahrizi, secara hukum tidak sah bila seseorang diambil keterangan dalam kondisi sakit. Kliennya kurang sehat sejak Jumat (19/10).

“Pak Zumi itu dibawa ke RS dan diminta dokter RS untuk dirawat,” kata Fahrizi di Pengadilan Tipikor, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (22/10).

Menurut keterangan dokter setelah ditensi, kutip Fahrizi lagi, tensinya sudah sampai 80/30. “Gulanya, tidak stabil. Kemudian terlihat ada infeksi, badannya panas tinggi, cuma Pak Zola tidak mau dirawat karena takut sidang tertunda,” ungkapnya.

Sementara sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan 12 saksi yang berasal dari anggota DPRD Jambi, staf PUPR Jambi hingga ‎unsur eksekutif.

Dari ke-12 orang itu, ada lima orang yang membantah menerima uang suap untuk pengesahan APBD 2016 dan 2017, meski Zumi Zola mengakui ada permintaan uang itu. Kelimanya merupakan anggota DPRD Jambi, yakni Cekman (Hanura), Elhelwi (PDI-P), Sufardi (Golkar), Parlagutan (PPP) dan Tadjudin (PKB).

JPU KPK melakukan konfrontasi terhadap lima saksi DPRD yang diduga menerima duit ketok palu dengan tujuh saksi lainnya. Namun mereka tetap saja membantah menerima duit suap tersebut ketika Hakim Yanto menanyai satu persatu.

“Saya ingatkan, yang bisa menolong Anda adalah diri Anda sendiri. Kalau nanti jaksa punya buktinya, ya bisa jadi Anda enggak selamat,” ujar Yanto.

Dalam dakwaan JPU KPK, uang tersebut diberikan agar 53 DPRD menyetujui pembahasan APBD Jambi yang diusulkan pihak eksekutif. Duit ketok palu yang diberikan disinyalir mencapai Rp 16,5 miliar.

Sementara Zumi Zola, selain didakwa melakukan suap, JPU KPK mendakwanya menerima gratifikasi senilai Rp40,44 miliar dan US$177.300 dari para rekanan sehubungan dengan sejumlah proyek di Jambi. Zumi diduga menerima uang itu dari orang kepercayaannya, Apif Firmansyah, Asrul dan Plt Kepala Dinas PUPR Jambi, Arfan. (jaa/indopos)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...