Niat Edarkan Sabu Senilai Rp750 Juta, Amir Keburu Diciduk

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Polres Sidrap menggelar rilis pengungkapan kasus sabu seberat 1 kilogram lebih di Sidrap. Tersangka Amir Labidi memasok barang haram tersebut dari Malaysia dan berencana meraup keuntungan sebesar Rp750 juta dari hasil peredarannya.

Dengan profesinya sebagai pelaut, pria berusia 31 tahun ini memungkinkannya untuk membawa sabu dari luar negeri. Selama ini, Amir bekerja kapal pengangkut barang dan penumpang rute Nunukan-Parepare.

Serbuk putih yang dikemas dalam satu bungkus plastik ukuran besar itu, dibelinya di Sabah, Malaysia dengan harga Rp450 juta. Untuk menebus barang tersebut, Amir tak menggunakan uang pribadinya, melainkan ada yang memodalinya.

”Di Malaysia saya beli seharga Rp450 juta per kilo. Tapi bukan saya yang punya modal. Ada orang suruh saya beli segitu. Saya yang jemput langsung di Malaysia,” ungkap Amir dalam rilis kasus di Mapolres Sidrap, Rabu (24/10).

Keuntungan yang cukup menjanjikan dari bisnis ilegal ini bisa diperoleh oleh Amir. Apalagi, sabu yang dikuasainya itu termasuk kualitas super.
Harga jualnya jika sudah dikemas dalam bentuk paket, 1 gram laku Rp1,2 juta.

Dalam bentuk saset siap pakai, satu paket dijual bervariasi, antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu. Bila 1 kg sabu milik Amir laku terjual, harganya bisa mencapai Rp1,2 miliar. Artinya, Rp750 juta keuntungan bisa diperoleh Amir.
Namun semua itu gagal didapatkan. Sebelum Amir memasarkannya, ia lebih dulu diciduk aparat kepolisian.

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan, menjelaskan sabu-sabu 1 kg yang diamankan dari tersangka Amir merupakan kualitas super. Barang tersebut dipasok dipasok dari Tawau, Malaysia dan masuk melalui pelabuhan Nunukan dan Parepare.

“Jika seandainya barang ini lolos dan dikomsumsi, angkanya bisa mencapai 10 ribu orang. Jumlah itu berhasil kita selamatkan dengan penungkapan kasus ini,” terang AKBP Ade Indrawan dalam keterangan persnya, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres didampingi Kasatres Narkoba AKP Badollahi juga menghadirkan empat tersangka kasus narkoba lainnya.

Mereka berhasil diringkus sehari setelah pengungkapan 1 kilogram milik Alwi. Polisi menciduknya di satu lokasi Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Rabu dini hari (24/10).

Dari keempat pelaku itu, ada di antaranya adalah residivis yang baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sidrap. Satu lagi merupakan DPO Polres Wajo dan Sidrap. Keempatnya diamankan bersama barang bukti 50 gram lebih atau 1 bal sabu.

Mereka adalah Acos (30), seorang residivis yang baru bebas tiga bulan lalu. La Siba (32) merupakan residivis kasus serupa yang baru keluar sel delapan bulan lalu. Sementara Edy merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Wajo dan Sidrap. Satu tersangka lainnya adalah Jasmin alias Gondrong (25).

”Kasus keempat tersangka ini masih dalam pengembangan. Karena satu di antaranya DPO Polres Wajo dan Sidrap,” ujar AKP Badollahi. (ady/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...