Putusan Sela Untuk Terdakwa Abu Tours Ditentukan Pekan Depan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Eksepsi tiga terdakwa dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah PT Amanah Bersama Umat (ABU) Tours yang dilayangkan pekan lalu, dinilai keliru oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, terdakwa mengganggap dakwaan JPU error in persona (salah orang).

Sidang dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi (keberatan) tiga terdakwa ini berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (24/10). Ketiganya adalah M Kasim Sunusi, Nursyariah Mansyur, dan Khairuddin M Latang.

JPU Bayu dan Wicaksono membacakan beberapa tanggapannya atas nota eksepsi yang telah diajukan oleh ketiga terdakwa pada sidang lalu. Salah satunya, menyebutkan bahwa kasus yang didakwakan oleh JPU bukanlah perkara pidana. Melainkan perdata.

Menanggapi hal tersebut, JPU menilai bahwa sejak awal ketiga terdakwa memiliki itikad buruk dalam mengelola dana jemaah umrah Abu Tours. Sehingga yang terjadi, dana jamaah justru digelapkan dan dipergunakan untuk usaha yang lain, hingga membuat 96.970 jamaah telantar.

“Sedari awal sudah ada kesengajaan yang akan menjadi bukti dalam perkara ini, sehingga eksepsi yang diajukan terdakwa tidak benar,” kata JPU Bayu dalam tanggapannya atas eksepsi terdakwa M Kasim Sunusi.

Tanggapan jaksa atas eksepsi mantan manajer keuangan Abu Tours dan dua komisaris mantan biro perjalanan umrah ini, memang lebih berpusat pada pidana yang dilakukan oleh ketiga terdakwa.

Sedang untuk terdakwa Nursyariah Mansyur, jaksa menyebut kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh istri bos Abu Tours itu, yakni pembukaan rekening memasukkan uang ke rekening pribadinya dan membeli aset-aset atas nama terdakwa yang menggunakan uang hasil pembayaran jamaah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...