Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Pilwalkot Makassar Diambil Alih Kejati Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pilwalkot Makassar akan diambil alih Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Itu setelah Polda Sulsel  akan melimpahkannya jika Kejati yang melakukan penyelidikan.
Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan, kasus ini sedang dikoordinasikan dengan Kejaksaan Tinggi Sulsel. “Tadi pagi, penyidik ke Kejati untuk koordinasi,” katanya saat ditemui di Mapolda Sulsel, Kamis (1/11/2018).
Perwira tiga bunga itu mengatakan, penyidik Polda sudah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sesuai dengan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin Gas / 222 / X / 2018 / Ditreskrimsus, 19 Oktober 2018.
Kemudian penyidik juga sudah mengeluarkan surat pemeriksaan yakni, Surat Direskrimsus Polda Sulsel Nomor: 1033 / X / 2018 / Ditreskrimsus, tanggal 29 Oktober 2018. Dua komisioner KPU Makassar diperiksa yakni, Andi Shaifuddin dan Wahid Hasyim Lukman.
Tetapi diakuinya Yudhiawan, jika Kejati yang akan melakukan penyelidikan maka akan dilimpahkan. “Iya, kalau Kejaksaan yang mau tangani kita limpahkan,” aku mantan penyidik KPK itu.
Diketahui Komisioner KPU Wahid Hasyim Lukman selaku kepala divisi hukum diperiksa Rabu, 31 Oktober. Sedang Andi Shaifuddin selaku Divisi Parmas dan SDM KPU Kota Makassar hari ini jadwal pemeriksaannya di lantai II Dit Reskrimsus Mapolda Sulsel.
Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi mengatakan, pihaknya juga sementara menelusuri dan melakukan pulbaket dan puldata. Bahkan, dimaksimalkan untuk bahan dan keterangan terkait penggunaan anggaran tersebut. (gun)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir

Comment

Loading...