Masih Ada 13 TKI Terancam Hukuman Mati

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tuti Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Majalengka menjadi PMI kelima yang dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi, sepanjang 2011-2018. Catatan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sepanjang periode tersebut pemerintah Indonesia berhasil membebaskan 85 dari 103 PMI yang terancam hukuman mati.Dari 18 yang masih terancam hukuman mati tersebut, lima di antaranya termasuk Tuti, sudah dieksekusi. Sehingga, sampai hari ini masih ada 13 PMI yang terancam hukuman mati.Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih berupaya, salah satunya melakukan pembicaraan dengan keluarga korban (tindak pidana para PMI). Pemerintah Indonesia berharap dengan cara itu hukuman bagi para PMI ini bisa lebih ringan.”Satu-satunya jalan hanya dengan cara minta pengampunan kepada pihak keluarga yang ditinggal,” ujar Nusron kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Kamis (1/11).Nusron menjelaskan, hukuman mati di Arab Saudi terbagi dua jenis. Pertama, hukuman mati akibat pidana aammah atau pidana yang merugikan umum. Misalnya, merusak gedung atau fasilitas umum.Kedua, hukuman mati akibat pidana khassah, misalnya pidana khusus seperti membunuh individu.Apabila PMI terkena hukuman mati pidana aammah pemerintah masih bisa melakukan lobi-lobi dengan Arab Saudi. Tapi kalau PMI melakukan pidana khusus sehingga dikenai hukuman mati, satu-satunya jalan hanya dengan minta pengampunan kepada pihak keluarga yang ditinggal (yang dibunuh).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...