Demi NKRI, Masyarakat Diminta Pergunakan Medsos dengan Baik


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di tahun politik sekarang ini, penyebaran berita  hoax melalui media sosial akhir-akhir ini masih sangat gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Bahkan masyarakat kita sekarang ini sepertinya sangat mudah terprovokasi akibat adanya penyebaran narasi propaganda melalui media sosial tanpa mau melihat data dan fakta yang ada. Hal ini tentunya sangat disayangkan.Untuk itu sudah seharusnya pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah-langkah konkrit sebagai upaya untuk menjaga perdamaian agar masyarakat Indonesia ini terus dapat menjaga kerukunan dan mewaspadai adu domba dengan  cerdas bermedia sosial.“Tidak bisa hanya pemerintah saja. Misalnya guru harus menyampaikan kepada murid-muridnya, tokoh agama atau tokoh masyarakat menyampaikan kepada umatnya atau masyarakatnya. Yang karyawan atau pimpinan di manapun harus mengajak orang-orang di sekitar lingkungannya untuk mulai membangun dan membuat media sosial yang ramah terhaap lingkungan, terhadap sesama agar konten-konten yang berbau kebencian, permusuhan dan konflik itu bisa bersih dari media sosial,” ujar Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA, APU, di Jakarta, Jumat (2/11).Dikatakan Musdah, kesadaran masyarakat untuk berpikir kritis, menelaah dan mendalami informasi yang diterima melalui media sosial, meski informasi itu terkadang tidak masuk akal seperti sudah tidak ada lagi. Hal ini kalau dibiarkan secara terus menerus tentunya dapat memecah belah persatuan yang ada di masyarakat kita.

Komentar

Loading...