Gempa di Mamasa Akibat Sesar Saddang – FAJAR –
Makassar

Gempa di Mamasa Akibat Sesar Saddang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Gempa bumi berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (7/11) sekitar pukul 17.52 WITA.

Pusat gempa berada pada koordinat 2,91 Lintang Selatan dan 119,41 Bujur Timur. Atau berlokasi di darat pada jarak 6 kilometer arah Timur laut Kota Mamasa, dengan kedalaman 10 km.

Koordinator Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMMKG) Wilayah IV Makassar Jamroni menjelaskan, gempa terjadi akibat sesar Saddang yang kembali aktif.

“Dikatakan aktif dibuktikan dengan kejadian gempa di Mamasa ini,” kata Jamroni saat memberikan keterangan di Makassar, Rabu (7/11).

Sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulbar, memotong diagonal melintasi daerah Sulsel bagian Tengah. Lalu memotong Sulsel bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar bagian Timur.

Panjang patahan membentang 60 hingga 70 kilometer dengan kedalaman sekitar 20 hingga 30 kilometer. “Patahan ini melintasi Kabupaten Mamuju, Mamasa hingga Kabupaten Pinrang,” beber Jamroni.

Sesar Saddang sendiri salah satu dari 40 patahan yang mengelilingi Pulau Sulawesi. Jamroni bahkan menyebutkan terdapat patahan aktif lain, khususnya di Sulsel.

Masing-masing adalah patahan Walanae di Teluk Bone, patahan Danau Matano di Danau Matano dan patahan Soroako di Luwu Timur (Lutim). Puluhan sel patahan masuk dalam zona pertemuan tiga lempeng besar di dunia atau dikenal triple junction.

“Itu patahan aktif semua dan sudah teridentifikasi dengan baik keaktifannya. Sudah dipublikasi di pusat study gempa nasional. Tapi kecepatannya berbeda-beda. Ada yang bergesernya lebih pelan, dan ada yang agak cepat. Seperti yang terjadi di Palu, patahan Palu Koro,” ulas Jamroni.

Kendati demikian, pergerakan patahan Saddang yang menimbulkan dampak gempa di Mamasa belum mampu menyamai patahan Palu Koro di Sulteng. “Kecil kemungkinannya karena daerah tersebut berada di batuan vulkanik atau batuan gunung api yang keras,” terangnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (rul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!