Kasus Bupati Purbalingga: Wayangan, Kode Saat Minta Uang Suap Proyek Islamic Center

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Tiga saksi kunci kasus suap dan gratifikasi terdakwa Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (7/11). Dalam sidang tersebut, terungkap kode ‘wayangan’ yang digunakan Tasdi untuk meminta suap.Tiga saksi kunci tersebut antara lain adalah terpidana kasus suap kepada Tasdi, yakni pengusaha Librata dan Ardirawinata Nababan serta Hamdani Kosen. Sidang ini sendiri dipimpin oleh Hakim Ketua Antonius Widijantono.Kode wayangan terungkap kala Librata dimintai keterangan. Ia menyebut itu adalah kode untuk meminta fee dari kontraktor pelaksana proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap II, Hamdani Kosen.Permintaan berbalut kode itu disampaikan terdakwa Tasdi kepada Librata selaku rekan Hamdani kala bertemu di rumah makan Garuda di Jakarta 3 Mei 2018 lalu. Dimana di situ juga hadir Ardirawinata dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Hadi Iswanto.”Saya tidak bisa berbahasa Jawa. Jadi perkataan terdakwa saya tanyakan kembali kepada Pak Hadi,” kata Librata.Hadi menjelaskan bahwa Tasdi minta Rp 25 juta agar proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap II bisa didapat Hamdani.Librata kemudian menyampaikan permintaan fee tersebut kepada Hamdani. “Kemudian saya koordinasikan dengan Hamdani Kosen untuk persiapan fee,” sambungnya.Sehari berselang, Hamdani melalui Librata menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta dari jumlah yang diminta. Dan diserahkan kepada ajudan terdakwa, yakni Teguh Priyono bertempat di belakang pendopo Bupati Purbalingga.

  • Bagikan