2 Buronan Sindikat Joki Tes CPNS Diringkus di Makassar – FAJAR –
Kriminal

2 Buronan Sindikat Joki Tes CPNS Diringkus di Makassar

6 Pelaku penipuan dan pemalsuan surat dalam tes seleksi CPNS saat diamankan di Polrestabes Makassar, Senin (29/10) lalu. (Sahrul Ramadan/JPC)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Polrestabes Makassar menangkap dua buronan dalam kasus dugaan penipuan dan pemalsuan surat dalam tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham). Kedua tersangka merupakan bagian dari sindikat nasional perjokian tes CPNS.

Sebelumnya, kedua tersangka termasuk 9 daftar pencarian orang (DPO) atas kasus perjokian tes CPNS. Dua tersangka yang kini sudah ditangkap adalah Muhammad Rusnan, 33, dan Andi Slamet, 30. Mereka warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Tersangka ditangkap sehubungan dengan tidak pidana menggunakan surat yang diduga palsu dan/atau turut serta membantu melakukan tindak pidana,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dalam keterangan resminya di Makassar, Kamis (8/11).

Dicky menyebutkan, kedua pelaku ditangkap secara beruntun. Rusnan ditangkap di kawasan Jalan Kompleks Bumi Permata Sudiang (BPS), Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Selasa (6/11) lalu. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menangkap Memet keesokan harinya. Penangkapan dilakukan di Jalan Sibula, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (7/11).

Namun, Dicky masih enggan membeberkan lebih jauh terkait kronologi penangkapannya. “Akan kami rilis sebentar,” imbuhnya.

Tertangkapnya kedua pelaku menambah daftar tersangka yang sebelumnya telah ditangkap lebih dulu. Mereka adalah Musriadi, dokter Wahyudi, Martin Tumpak, Ahmad Lutfi, Hamdi Widi dan Adi Putra.

Sebelumnya, keenam pelaku ditangkap saat pelaksanaan tes di Aula Kantor RRI, Jalan Riburane, Kota Makassar, Minggu (28/10). Selain menahan para pelaku, polisi menyita seluruh barang bukti berupa berkas adiministasi dalam tes. Pelaku disangkakan melanggar pasal 263 ayat 1 dan 2, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun. (rul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!